Puluhan Pekerja PT PMMP di Situbondo Keracunan Zat Kimia Pabrik

Anehnya, pekerja yang mengalami sesak nafas, lemas, pusing dan mual-mual mengaku tak tahu sumber zat kimia berbahaya yang mereka hirup.

458
Salah satu pekerja pengepakan udang PT Panca Mitra Multi Perdana (PMMP) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur yang menjadi korban keracunan saat bekerja di pabrik tersebut.

Harianjawatimur.com – Puluhan pekerja pengepakan udang PT Panca Mitra Multi Perdana (PMMP) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tiba-tiba mengalami sesak nafas dan terkapar. Mereka diduga keracunan zat kimia yang terhirup saat sedang bekerja di salah satu ruangan pabrik tersebut.

Para pekerja langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoer Rahem Situbondo. Anehnya, pekerja yang mengalami sesak nafas, lemas, pusing dan mual-mual mengaku tak tahu sumber zat kimia berbahaya yang mereka hirup.

“Awalnya saya tidak tahu juga, tadi saat masuk ke ruangan tiba-tiba ada bau menyengat hingga saya mual-mual dan pusing,” kata Niwati, slah satu pekerja yang menjadi korban keracunan di ruang inap Wijaya Kusuma, RSUD Abdoer Rahem Situbondo, Rabu (5/12/2018).

Niwati mengatakan, dari informasi rekan pekerja lainnya bau menyengat dan terhirup puluhan pekerja pabrik pengepakan udang di Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, itu ditengarai berasal dari bahan kimia yang tumpah di ruang pengupasan udang. “Saya tidak tahu pasti cairan pembersih apa yang tumpah, katanya pembersih mesin,” ujarnya.

Kepala Ruangan Wijaya Kusuma RSUD Abdoer Rahem Situbondo, Halin mengemukakan, puluhan pekerja pabrik pengepakan udang (pabrik salem) tiba di rumah sakit dalam kondisinya sesak, lemas, pusing dan mual-mual.

Dari pengakuan korban, puluhan pekerja borongan itu menghirup bau tidak enak yang ada di ruangan itu dan mengalami pusing bahkan jatuh pingsan. “Saat korban tiba di sini, langsung mendapatkan penanganan medis, diinfus dan oksigen. Kalau secara medis diduga keracunan menghirup zat kimia,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Humas PT PMMP Situbondo, Eko Kridarso mengatakan, para pekerja yang mengalami pusing dan mual-mual tidak kuat menghirup bau kaporit yang biasa digunakan membasmi bakteri.

“Bukan keracunan makanan, tetapi pekerja tidak kuat menghirup bau kaporit. Ini keteledoran karyawan bagian kebersihan, entah kaporit tumpah atau terlalu banyak kaporitnya,” ujarnya.

Menurutnya, sampai saat ini dari sebanyak 37 orang pekerja yang keracunan menghirup zat kimia kaporit itu, 25 orang diantaranya telah diizinkan pulang dari rumah sakit, sedangkan sisanya masih menjalani perawatan medis.

Berdasar informasi yang dihimpun, 37 orang pekerja pabrik pengepakan udang itu 21 orang dirawat di RSUD Abdoer Rahem Situbondo, 13 korban dirawat di RS Elizabeth dan tiga korban lainnya dirawat di rumah sakit swasta setempat. (ine/dra)