Via Vallen dan Enam Artis Lain Endorse Kosmetik Ilegal Demi Bayaran Segini

Ketujuh artis itu mau menjajakan berbagai produk kecantikan dari Kediri, Jatim itu lantaran tergiur honor Rp 7-15 juta per bulan.

1228
Tiga dari tujuh selebritis yang mempromosikan produk kosmetik Derma Skin Care yang dinyatakan ilegal.

Harianjawatimur.com – Polisi terus melakukan pengembangan kasus peredaran kosmetik ilegal Derma Skin Care (DSC) yang diproduksi dengan mengoplos produk kosmetik merk terkenal dengan bahan berbahaya. Penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim sudah mengagendakan pemeriksaan terhadap tujuh artis yang sering mempromosikan (mengendorse) produk kosmetik DSC.

“Tentunya sesuai tahapan penyidikan, kami akan meminta keterangan artis-artis ini sebagai saksi,” sebut Kasubdit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofik Ripto Himawan, Kamis (6/12/2018).

Ketujuh artis itu mau menjajakan berbagai produk kecantikan dari Kediri, Jatim itu lantaran tergiur honor Rp 7-15 juta per bulan.

“Tersangka (KIL, red) membayar Rp 7 – 15 juta per bulan setiap artisnya,” beber AKBP Rofik.

Tujuh artis yang mempromosikan produkkosmetik DSC yakni pedangdut VV (Via Vallen), NR (Nia Ramadhani), OR (Olla ramlan) serta MP, NK, DJB dan DK. Selain mereka, ada juga beberapa penyanyi dangdut lokal di Jatim yang juga mempromosikan produk kosmetik DSC lewat akun Instagram mereka.

Dengan honor sebesar itu, ketujuh artis dengan senang memposting fotonya bersama produk DSC seolah-olah mereka menggunakan kosmetik itu. Dalam foto itu, artis peng-endorse juga menulis caption tentang produk itu untuk menggiur para kaum hawa agar tertarik menggunakan kosmetik produksi DSC.

“Produk kosmetik palsu ini dibanderol harga mulai Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu per paketnya. Dalam sebulan, produk kosmetik palsu ini bisa terjual sebanyak 750 paket, di Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan dan Makassar,” ungkap Dir Reskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan.

Setelah memakai jasa para artis ini untuk promosi, produk kecantikan DSC langsung laku keras. Omzet penjualannya melonjak hingga Rp 300 juta per bulan.

Dalam pemeriksaan nanti, para artis itu akan dimintai keterangan seputar kerjasamanya dengan DSC milik KIL yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Termasuk soal durasi kesepakatan kerjasama para artis itu meng-endorse kosmetik ini (DSC),” kata Ahmad.

Diketahui sebelumnya, setelah 2 tahun memproduksi dan memasarkan kosmetik ilegal, KIL akhinya ditangkap dan tempat usahanya di Kediri digerebek. Sejumlah kosmetik DSC disita dari rumah KIL. Selain terbukti tidak mengantongi izin BPOM, kosmetik ini juga diproduksi dengan cara mengoplos produk kosmetik merk terkenal dan bahan berbahaya.

Produk-produk keluaran DSC dijual mulai harga Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu setiap paketnya. Biasanya dalam satu paket, pelaku menyediakan krim pagi, krim malam, collagen cream, obat jerawat, hingga krim facial dan peeling. Dan dalam satu bulan, tersangka mampu menjual sebanyak 750 paket.

Produk-produk keluaran DSC dipromosikan dan dipasarkan melalui media sosial. Agar terkenal, tersangka mengendorse artis dengan cara memposting produk DSC Beauty di instagram mereka. (sis)