KPK Tetapkan Bupati Jepara dan Hakim PN Semarang Tersangka Suap

Bupati Jepara diduga menyuap Lasito Rp 700 juta agar mengabulkan permohonan praperadilan kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik (Banpol) Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

219
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi.

Harianjawatimur.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi dan hakim Pengadilan Negeri Semarang, Lasito sebagai tersangka. Bupati Jepara diduga menyuap Lasito Rp 700 juta agar mengabulkan permohonan praperadilan kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik (Banpol) Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Alhasil, suap tersebut mampu membuat Hakim tunggal Lasito mengabulkan permohonan Marzuqi. Permohonan praperadilan itu dilayangkan Ahmad Marzuqi untuk melawan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Semarang yang menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana Banpol PPP.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan dua orang sebagai, yaitu AN (Ahmad Marzuqi), AN merupakan Bupati Jepara, lalu tersangka kedua LAS (Lasito), LAS ini hakim Pengadilan Negeri Semarang,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat jumpa pers, di kantornya, Jakarta, Kamis (6/12).

Sebelumnya, Marzuqi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik untuk DPC PPP Kabupaten Jepara tahun 2011-2014.

“Hakim tunggal memutuskan praperadilan yang diajukan AM dikabulkan dan menyatakan penetapan tersangka AM tidak sah dan batal demi hukum,” ujar Basaria.

Atas perbuatannya dalam kasus suap ini, kasus Marzuqi dijerat dengan Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan, Lasito dijerat Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tetapi kedua tersangka belum ditahan karena masih ada keperluan penyidikan lebih lanjut di lokasi.

Marzuqi mengatakan kasus dugaan korupsi dana bantuan partai politik untuk DPC PPP Kabupaten Jepara tahun 2011-2014 yang sempat menjeratnya sebagai tersangka bermotif politis. Kasus tersebut ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Marzuqi mengatakan kasus dugaan korupsi itu muncul usai terjadi perpecahan di dalam tubuh PPP. Marzuqi ketika itu menjabat sebagai ketua DPC PPP Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Konflik semakin meruncing menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2014.

“Sehingga saya ini ditinggalkan oleh wakil-wakil ketua saya, sekretaris saya di Dewan Pimpinan Cabang PPP Kabupaten Jepara,” kata Marzuqi di rumah dinasnya, Selasa (4/12). (aku/dra)