Dugaan Money Politic, Polisi Temukan 1 Miliar Didalam Mobil Caleg Gerinda

197

Lamongan (Harjatim) – Memasuki hari ke 3 masa tenang jajaran kepolisian Polda Jatim berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terduga pelaku praktik money politic di Kabupaten Lamongan. Pelaku diduga calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Jatim asal parpol Gerindra. Caleg yang berinisial OR itu sampai saat ini menjalani pemeriksaan di sentra Gakkumdu Polres Lamongan.

Dalam operasi OTT itu juga ditemukan uang sebesar Rp 1 miliar yang disimpan dalam mobil Toyota Kijang Innova warna putih nopol S 1976 JT.

Kapolres Lamongan AKBP Feby D. Hutagalung membenarkan adanya OTT money politic. Kasus tersebut sampai saat ini masih ditangani Bawaslu dan sentra Gakkumdu.

“Memang benar ada OTT cuma kami meminta waktu 1×24 jam karena proses pemeriksaan masih berlangsung,” katanya, Selasa (16/04/2019).

Terkait dengan OTT ini lanjut Feby pihaknya juga menyita uang serta mobil Toyota Kijang Innova sebagai barang bukti buat pemeriksaan.

“Sewaktu diperiksa didalam mobil juga ditemukan bendera parpol Gerindra. Namun, untuk lebih jelasnya menunggu hasil pemeriksaan,” ujarnya.

Sementara, Ketua Bawaslu Lamongan Miftahul Badar menuturkan, dugaan money politics ini berawal semalam ada razia yang dilakukan oleh Polres Lamongan. Razia yang melibatkan semua unsur terkait itu mendapati mobil yang membawa uang. Di dalam mobil tersebut juga ditemukan atribut peserta pemilu. Merasa curiga, akhirnya mobil tersebut diamankan ke Polres Lamongan.

“Saat itu saya langsung dihubungi agar segera merapat ke Polres Lamongan. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan dengan melibatkan Gakkumdu serta Bawaslu untuk mendalami kasus ini,” tandasnya, Selasa (16/04/2019).

Dia menambahkan, sampai saat ini pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Bahkan, juga melibatkan pihak terkait yang dipandang bisa memenuhi unsur adanya pelanggaran.

“Kami memang mendapat informasinya tadi malam soal dugaan money politics masih didalami. Sebab, berdasarkan pengalaman sebelumnya hal-hal ini seperti ini biasanya dilakukan masa tenang. Karena itu, Bawaslu Lamongan beserta unsurnya terus melakukan pengawasan sebagai antisipasi meminimalisir money politik,” tambahnya.

 

Gerindra Bantah Uang Untuk Operasional Saksi

Sementara Sekretaris DPC Gerindra Lamongan R Imam Muchlisin yang turut diperiksa membantah bawah uang sebesar Rp 1,75 miliar (bukan Rp 1 miliar) bukan untuk serangan fajar, atau money politics.

“Itu tidak benar sebab uang Rp 1,75 miliar digunakan untuk saksi bukan buat serangan fajar. Saya juga heran kenapa sampai diproses,” ungkapnya.

Masih menurut Imam, awalnya dirinya berangkat dari Paciran mau ke Kota Lamongan. Saat itu ada rekan saya yang membawa. Semula uang tersebut mau dibawa oleh Pak Salis yang mewakili DPC Gerindra Lamongan. Namun, dia tidak bisa datang lalu diwakilkan. Uang tersebut diambil tiga orang.

“Saya juga heran kenapa sampai diproses hingga sekarang padahal uang itu nantinya diperuntukkan buat para saksi,” pungkasnya.

(gik)