Pengamanan Idul Fitri, Petugas Gabungan Lakukan Operasi Ketupat Semeru

152

Lamongan(Harjatim) –Menjelang hari raya Idul Fitri 1440 H, petugas gabungan terdiri Polri, TNI, dan Satpol PP Kabupaten Lamongan menggelar apel pasukan di Alun-alun Lamongan dalam rangka pengamanan ops Ketupat Semeru 2019, Selasa (28/5/2019).

Apel pasukan tersebut diikuti 1 satuan setingkat kompi (SSK) personil TNI, 2 SSK Polres Lamongan, 1 SSK Satpol PP, 1 SST PMK, 1 SST Dishub, 1 SST BNPB, ‎1 SST Senkom Mintra Polres Lamongan, 1 SST IKS PI Kera Sakti, 2 SST PSHT dan 1 SST Pramuka.

 “Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2019, Kita Tingkatkan Sinergitas Polri dengan Instansi Terkait Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman pada Perayaan Idul Fitri 1440 H,” kata Bupati Lamongan, Fadeli yang bertindak sebagai pimpinan apel.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Fadeli membacakan sambutan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyebutkan, tujuan Apel Pasukan tersebut adalah untuk mengecek personil dan peralatan dalam rangka pengamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri.

“Apel ini bertujuan mengecek kesiapan personil dan peralatan untuk memenuhi ketenangan masyarakat dalam perayaan Idul Fitri,” tambah Fadeli.

Usai apel pasukan dalam rangka pengamanan ops Ketupat Semeru 2019 itu, Bupati Fadeli, Wabup Dra. Hj. Kartika Hidayati, M.M., MHP, Kapolres AKBP Feby DP Hutagalung, Dandim Letkol Sukma Yudha Wibawa, dan Kajari Diah Yuliatuti melakukan pemusnahan barang bukti hasil operasi Penyakit Masyarakat (pekat) selama Bulan Ramadhan.

“Di antara barang bukti yang kita musnahkan adalah minuman keras berupa bir berbagai merk, arak serta toak. Semua barang bukti tersebut merupakan hasil dari operasi penyakit masyarakat atau pekat semala Bulan Ramadhan,” papar Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung.

Selain itu, dikatakan Feby, tersangka dari beberapa kasus yang diungkap selama bulan puasa kini juga sudah dilakukan penanganan oleh petugas. “Para tersangkanya sudah dilakukan penanganan oleh petugas, makanya barang buktinya kita musnahkan agar tidak disalahgunakan,” pungkasnya.

(gik)