Gubernur Jatim Beserta Bupati Sidak Dipasar Ikan Lamongan

161

Lamongan(Harjatim)- Terkait penurunan drastis harga ikan di pasar ikan lamongan, membuat jajaran Pemrov Jatim dan Pemkab Lamongan melakukan Inspeksi Mendadak ( Sidak ), sidak di hari pertama dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag ) Prov. Jatim dan Disperindag Kab. Lamongan pada rabu ( 12/6/2019 ).

Sedangkan dihari kedua, kamis ( 13/6/2019 ) , sidak dipimpin langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dengan di dampingi sejumlah pejabat dari Pemprov Jatim, Bupati Lamongan H. Fadeli dan Wakil Bupati Lamongan Kartika Hidayati serta sejumlah pejabat Pemkab Lamongan.

Selain berdialog dengan petani dan pedagang Pasar, Khofifah juga memborong sejumlah ikan hasil budidaya dari petani Lamongan. Khofifah juga berkesempatan bertanya tentang perkembangan harga ikan hari ini.

Salah seorang petani tambak, Kariyah mengaku harga ikan, terutama Bandeng, sempat turun drastis hingga mencapai Rp 2 ribu-Rp 5 ribu/kg. “Bu, tolong…harga ikan bandeng turun drastis,” ungkap Kariyah kepada Khofifah saat di Pasar Ikan Lamongan. Kamis (13/6/2019)

Mendapati keluhan petani ini, Khofifah mengaku persoalan harga ikan adalah persoalan dari hulu hingga ke hilir dan pemerintah akan segera turun tangan untuk mengatasi hal ini. Turunnya harga ikan, menurut Khofifah, karena adanya over suplai dari petani dan kebutuhan pasar yang lebih luas.

“Jadi ada beberapa hal yang ketika ini over suplai. Ketika yang kecil dipanen karena sudah mau musim tanam, pada saat yang sama kita memang membutuhkan pasar yang lebih luas,” jelas Khofifah kepada wartawan.

Gubernur Jatim dan Bupati Lamongan menunjukan ikan bandeng saat sidak di pasar ikan

Selain itu, agar tidak ada over suplai, Dia menjelaskan dibutuhkan juga cold storage di pelelangan ikan. Tujuannya agar ikan bisa bertahan lama. Kebutuhan akan cold storage ini, kata Khofifah, juga sudah dilakukan pemetaan di tempat lain. Seperti di Probolinggo dan tempat lainnya.

“Kedua adalah kebutuhan di beberapa tempat pelelangan ikan. Seperti di sini adalah cold storage, tadi pak bupati sudah menyampaikan itu, dua hari lalu Bupati Probolinggo juga menyampaikan hal yang sama. Kita coba memetakan kebutuhan cold storage di semua tempat pelelangan ikan agar bisa menyediakan cold storage sendiri termasuk di pasar ikan lamongan,” jelasnya.

Lanjut nya , langkah lain yang akan dilakukan dengan melakukan komunikasi kembali ke perusahaan yang raw materialnya berbasis ikan. Komunikasi ini, menurut nya, dilakukan untuk memastikan kapasitas ikan yang bisa diserap oleh perusahaan-perusahaan ini sehingga ikan dari Lamongan bisa segera terserap dengan harga kembali normal.

“Bagaimana mereka bisa menyerap ikan lebih banyak. Saya sudah mendapatkan peta kemampuan serap dari 5 perusahaan yang ada di Surabaya itu. Sehingga dalam waktu dua tiga hari ini kalau mereka bisa menyerap dalam jumlah yang lebih besar dan Insya Allah normalisasi harga ikan terutama bandeng relatif akan bisa terdorong untuk masuk pada harga normal,”  imbuh Gubernur Jatim.

Khofifah mengungkapkan, pihaknya juga berusaha membuka pasar ekspor yang lebih luas untuk komoditas ikan. “Pada saat yang sama kita memang membutuhkan pasar ekspor yang lebih luas dan salah satu pasar ekspor yang potensial adalah di Panama dan kebetulan Juli baru buka,” pungkasnya.

(awe/ka)