Jambore Pra Siaga, 22 Lembaga Paud Sidoarjo Turut Ambil Peran

697

Sidoarjo (Harjatim) – Ratusan siswa siswi Pendidikan anak usia dini (PAUD) se-Sidoarjo ikuti Jambore Pra Siaga di alun-alun, Sabtu(3/8). Agenda dua tahunan tersebut, dibuka langsung oleh Ketua Kwarcab Sidoarjo Kak Nur Ahmad Syaifuddin yang tidak lain adalah wakil  Bupati Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Kak Nur mengungkapkan rasa bangganya dengan Gerakan Pramuka di Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya adalah Sidoarjo memiliki Pramuka Pra Siaga yaitu siswa siswi PAUD dan Pramuka Pra Siaga ini sudah dikenalkan dengan pramuka sejak dini.

“Ini berarti memperkenalkan kebaikan dan karakter sejak dini,” tegas Kak Nur.

Kak Nur menjelaskan gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani, dan rohani. Gerakan Pramuka juga membentuk pramuka untuk menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia, dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik, dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa, dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup, dan alam lingkungan.

Sebelumnya, Ketua Forum Silaturahmi Lembaga Islam (Forlegis) Sidoarjo, Siti Chotim, selaku penggagas Jambore Pra siaga menjelaskan, tujuan pelaksanaan Jambore Pra Siaga ini adalah untuk mengenalkan pendidikan pramuka sejak dini. Selain itu, juga memberikan pendidikan karakter kepada siswa PAUD.

“Kegiatan diikuti oleh 22 lembaga PAUD di Kabupaten Sidoarjo, dengan total peserta 1.250 anak dan orang tua,” jelas Kak Siti .

Ditempat yang sama Kepala KB& TK Batik sekaligus Humas Forlegis Sidoarjo, Suastini menjelaskan kegiatan Jambore Prasiaga ini dimulai sejak tahun 2012 dan menjadi agenda rutin dua tahunan. Tujuan kegiatan ini selain untuk menjalin silaturahmi antar lembaga PAUD, juga mengenalkan lingkungan dan menanamkan jiuwa kepramukaan sejak dini.

“Anak-anak tadi sudah mulai dikenalkan dengan kegiatan pramuka, misalkan ada anak-anak PAUD yang ditandu oleh Pramuka Siaga dari SDN Pucang 2 dan pramuka Penggalang dari SMP Negeri 2 Buduran,” ungkap Tini, begitu dia akrab disapa.

Diakhir upacara Jambore Pra Siaga, anak – anak berbaris dipisahkan dari orang tuanya. Setelah hitungan ketiga dari kakak pemandu kegiatan mereka berhamburan mencari, mencium dan memeluk orang tuanya. Anak -anak Pra Siaga ini tetap ceria mengikuti kegiatan jambore dari awal hingga akhir ditengah teriknya matahari pagi. Sis