Pemkab Sidoarjo Turunkan Alat Berat Bersihkan Kali Gedangan Dari Sampah

172

Sidoarjo(Harjatim)- Masih banyak masyarakat yang memanfaatkan aliran sungai di jadikan tempat sampah dengan di buktikan tingginya volume sampah yang dibuang masyarakat ke Sungai Gedangan menyebabkan bau tak sedap dan terhambatnya aliran sungai Gedangan sampai ke Sedati.

Dengan tingginya volume sampah selain mengakibatkan aliran sungai tersendat dan menimbulkan bau menyengat, membuat warga mengeluhkan hal tersebut , dengan berbagai cara warga melaporkan kejadian tersebut ke media sosial dan menjadi viral. Menyikapi hal ini Pemerintah Kabupaten Sidoarjo (Pemkap Sidoarjo) menindaklanjuti dengan menerjunkan 1 alat berat eskavator dan 6 dump truk pengangkut sampah, Rabu, (21/8/2019).

Melalui Dinas PUBMSDA bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan usai mendapat laporan dari masyarakat langsung bergerak ke lokasi.

“Sudah kita kirim 1 alat berat eskavator dan 4 dump truk dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA, ditambah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengirim 2 dump truk”, ujar Bambang Tjatur Miarso saat memantau pengangkatan sampah dilokasi, tepatnya di saluran Mangetan Kanal IV Ketajen.

Seringnya penumpukan sampah di sungai Gedangan sampai ke arah timur Sedati memerlukan perhatian bersama, bukan hanya pemerintah daerah saja, semua harus menjadi kontrol bersama untuk saling mengingatkan agar tidak lagi ada warga yang membuang sampahnya di sungai.

Lanjutnya, menerangkan hampir setiap hari Dinas PUBMSDA mendapat laporan dari masyarakat terkait persoalan sampah ini, lanjut Bambang, laporan yang masuk mulai dari media sosial hingga melalui pengaduan yang dikelola Dinas Kominfo Kabupaten Sidoarjo.

“ Setiap laporan dari masyarakat akan kita respon secepat mungkin, meski personil kita terbatas. Jadi mohon kesadaran kita bersama bahwa persoalan sampah butuh kerjasama antara pemda dan warga”, jelas Bambang.

Kurang maksimalnya penindakan dari Polisi Sampah terhadap masyarakat yang membuang sampah di sungai menjadi salah satu penyebab masih rendahnya masyarakat dalam kepedulian terkait kebersihan sungai.

“ Perlu diperluas lagi penegakkan dari Polisi Sampah yang dulu pernah di bentuk”, pungkas Bambang.

(ka)