Bupati Berpesan BID 2019 Harus Lebih Baik Secara Kualitas dan Kwantitas

140

Sidoarjo(Harjatim)- Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah membuka Bursa Inovasi Desa (BID) Cluster III Sidoarjo meliputi Kecamatan Taman, Waru, Gedangan, Buduran, Sedati dan Kecamatan Sukodono. Kegiatan ini digelar di Convention Hall Desa Pekarungan, Kecamatan Sukodono, Rabu (28/8/2019).

Kegiatan ini dihadiri Perwakilan Satker P3MD Provinsi Jatim Hendro, Konsultan Pendamping Wilayah IV Provinsi Jatim Hendra Dewanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemkab Sidoarjo M Ali Imron, Perwakilan Forkopimda Sidoarjo, Para Camat, para Kades se Sidoarjo.

Pekan BID 2019 mematok target capaian komitmen dan replikasi kegiatan inovasi yang dilakukan desa bisa lebih baik dari capaian BID 2018 yang menghasilkan 148 komitmen. Sedangkan nilai total proyek di APBDesa 2019 sebesar Rp 13,5 miliar.

Kegiatan pekan BID 2019 di Sidoarjo berlangsung selama 3 hari berturut-turut mulai Selasa hingga Kamis (27-29/08/2019) di tiga lokasi berbeda. Total 18 kecamatan dan 322 desa di Sidoarjo terbagi dalam 3 Cluster. Masing-masing cluster terdiri atas 6 kecamatan. Cluster I terdiri atas 100 desa, Cluster II ada 124 desa dan Cluster III terdiri atas 98 desa.

Hari pertama Cluster II berlokasi di Kecamatan Krian berlangsung di Gedung Lokapala. Hari Kedua Cluster III di Kecamatan Sukodono di Gedung Gladiol Convention Hall Desa Pakerungan. Hari Ketiga Cluster I di Kecamatan Sidoarjo berlangsung di Mall Pelayanan Publik.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Illah mengatakan pekan BID 2019 di Sidoarjo merupakan bagian penting dari Program Inovasi Desa (PID) yang berlangsung sejak 2017 hingga 2019.

“Kami mengapresiasi BID 2019 Cluster III ini. Semua mendorong dan meningkatkan inovasi serta kemandirian ekonomi masyarakat Sidoarjo. Ini sesuai dengan tema Bursa Inovasi Desa 2019 yaitu Mewujudkan Masyarakat Desa yang Inovatif, Mandiri dan Berkelanjutan,” kata Bupati.

Lebih lanjut, salah satu strategi yang dikembangkan program inovasi desa adalah Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID). Yaitu agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan dana desa sebagai investasi yang mendorong peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Keberhasilan program inovasi desa di Sidoarjo, terbukti dari pelaksanaan bursa inovasi desa tahun lalu. Yakni komitmen dan ide-ide desa yang mampu direalisasikan melalui APBDDesa Tahun 2019 sebesar Rp 13,68 miliar membuktikan program inovasi desa memberikan dampak sangat positif atas kemajuan desa di wilayah Sidoarjo,” tutur Bupati.

Karena itu Bupati 2 periode ini berharap PID dan BID 2019 di Sidoarjo diharapkan bisa lebih maksimal dan lebih baik dari pelaksanaan program ini tahun sebelumnya.

“Harus lebih baik secara kualitas maupun kuantitasnya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Konsultan Pendamping Wilayah IV Provinsi Jatim, Hendra Dewanto SH, menilai pelaksanaan BID dengan sistem cluster ini diharapkan lebih banyak desa yang bisa membuat komitmen. Kemudian melakukan replikasi atas sejumlah program inovasi desa yang ditampilkan baik dalam tataran nasional maupun lokal. Jika hasil BID Sidoarjo tahun lalu dari 322 desa se Sidoarjo menghasilkan komitmen sebanyak 148 buah kartu dengan rincian 58 komitmen untuk bidang infrastruktur, 51 komitmen untuk bidang kewirausahaan serta 39 komitmen untuk bidang sumber daya manusia.

“Semoga pekan BID 2019 ini jumlah kartu ide maupun kartu komitmen yang terisi lebih banyak lagi syukur-syukur 322 desa semuanya membuat komitmen replikasi program inovasi,” ungkapnya.

Sedangkan Koordinator TPP P3MD Sidoarjo yang juga Tenaga Ahli (TA) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, Ulul Azmi menegaskan Pelaksanaan BID dengan metode cluster ini diharapkan bisa lebih memfokuskan esensi PID dan menghindari pelaksanaan BID tahun-tahun sebelumnya yang terkesan seremonial.

“Pekan BID 2019 di Sidoarjo mengusung tema Dengan Bursa Inovasi Desa 2019, Mewujudkan Masyarakat Desa yang Inovatif, Mandiri dan Berkelanjutan. Motto BID 2019 sendiri Datang, Komit, Tiru, dan Maju. Out put PID dan BID 2019 di Sidoarjo.

(Ka)