Sabu 4,7 Kg Urung Edar Setelah di Grebek

251

Surabaya(Harjatim)- Kembali, unit II Satresnarkoba, membongkar jaringan narkoba lapas. Kali ini, mereka menangkap Kedua tersangka yakni Nunuk (28) dan Adi (37) asal Sidoarjo. Keduanya membawa narkoba jenis sabu seberat 4,7 kilogram.

Penangkapan dipimpin langsung oleh Kasatresnarkoba Kompol Memo Ardian, serta dibantu Iptu Danang dan Ipda Yoyok Hardianto. Mereka ditangkap di dua tempat terpisah. Andi alias DI ditangkap di rumahnya. Kemudian dari pengembangan akhirnya ditangkap pula seorang perempuan berinisial Nunuk.

” Nunuk ditangkap di kawasan Jalan Lingkar Timur Sidoarjo sesaat setelah  pelaku menerima pengiriman sabu dari Jakarta untuk diedarkan di Surabaya,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, Selasa (17/9/2019).

Dijelaskan oleh Kapolres, awal unit reskoba membongkar peredaran sabu setelah menerima informasi dari solo pati (sp) adanya pengiriman sabu dari Jakarta menuju Surabaya lewat ekspedisi darat. Namun, sebelum masuk Surabaya sabu tersebut transit di Sidoarjo. Agar berhasil anggota melakukan undercover buy atau pembelian dengan menyamar.

” Pengiriman sabu tersebut adalah yang ketiga sejak Agustus 2019. Pengiriman pertama sebanyak 3 kilogram, pengiriman kedua juga 3 kilogram plus 20 ribu pil ekstasi, dan yang ketiga di bulan September sebanyak 4,7 kilogram sabu,” terang kapolres.

“Mereka merasa aman karenanya selama 2 bulan mereka terus membanjiri Surabaya dengan narkoba jenis sabu dan ekstasi,” imbunya.

Dalam pengakuannya, Nunuk (28) mengatakan menjalani bisnis haram itu dengan terpaksa karena mengikuti perintah suaminya yang saat ini mendekam di Lapas Sidoarjo.

Ia mengaku paketan yang berisi sabu tersebut adalah pesanan dari seorang bandar di Surabaya berinisial Bara atau berisial BR yang sekarang telah tetapkan sebagai DPO.

“Suami saya di lapas Sidoarjo. Melalui komunikasi WA (Whatapp) suami saya minta mengambil barang yang isinya sabu,” kata Nunuk.

Ia mengaku jika setidaknya telah mengambil sabu sebanyak 10,7 kilogram untuk dijual di daerah Surabaya. Dari penjelasan ibu dua anak ini, pertama dirinya diminta sang suami mengambil dan mengirimkan sabu sebanyak 3 kilogram dan lolos dari pengintaian polisi.

Kemudian aksi kedua Nunuk juga diminta suami untuk mengambil narkoba lagi sebanyak 3 kilogram. Aksi kedua ini berhasil lepas dan ia kirimkan ke seorang yang tidak dikenal di Surabaya. Dan Nunuk memperoleh uang Rp 4 juta.

“Yang pertama dulu juga ambil dan kirim seberat 3 kilogram. Tapi yang ketiga ini disuruh ambil 4,7 kilogram oleh suami saya juga,” katanya.

Dari kedua pengiriman di bulan Agustus, mereka mendapatkan upah sebesar Rp 17,5 juta. Sedangkan untuk pengiriman ketiga ini, kedua pelaku mengaku belum dibayar.

(alm)