SKAP 2019, BKKBN Jatim Tercepat Lakukan Closed Data

513
Taman hias SDN 1 Tawangsari

Surabaya (Harjatim) – Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menjadi provinsi tercepat dalam melaporkan kegiatan Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) 2019. Provinsi dengan cluster terbesar di Indonesia ini berhasil menutup laporan pada tanggal 22 Juli 2019 pukul 10.30 WIB, disusul Provinsi Nusa Tenggara Barat pada pukul 10.40 WIB dan di nomor tiga ada Provinsi Bengkulu pada pukul 12.10 WIB.

Deputi Lalitbang BKKBN Pusat, Prof M Rizal Martua Damanik menjelaskan SKAP 2019 ini dimulai dengan penandatanganan Memory  Of Agreement (MOA) antara BKKBN dengan Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Airlangga dan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Poltekkes Kemenkes Surabaya pada 11 Maret 2019, rekutmen 62 orang enumerator dan 18 orang supervisor pada tanggal 15 April 2019, Technical Assistance Supervisor dan Enumerator dilakukan 9-22 Mei 2019 dan pengumpulan data dilakukan mulai 11 Juni hingga 22 Juli 2019.

“Dengan jumlah cluster terbanyak di Indonesia yaitu 102 cluster, Jawa Timur menjadi provinsi tercepat dalam melakukan closed data dan mendapatkan respon rate sebesar 99.96%,” kata Prof Damanik pada acara Pertemuan Pasca Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) KKBPK 2019 di Hotel Grand Dafam, Surabaya, Selasa (17/9).

Prof Damanik menjelaskan dalam waktu singkat, para enumerator dan supervisor SKAP Jatim 2019 ini mampu menangkap dan melaksanakan semua tugasnya dengan baik. Hanya dalam waktu 42 hari,  super tim SKAP Jatim 2019 ini mampu melakukan pengambilan data sebanyak 3.680 rumah tangga, 3.750 keluarga, 2.773 wanita usia subur dan 1.768 remaja. Kerja keras super tim ini untuk mendapatkan data dan informasi partisipasti keluarga terhadap tumbuh kembang balita anak, data pemahaman dan kesadaran terhadap 8 fungsi keluarga, aksesibilitas keluarga dan remaja terhadap media massa dan elektronik tentang program KKPBK dan informasi pengetahuan keluarga dan remaja terhadap KRR, KB dan Isu Kependudukan.

“Data ini adalah dasar untuk mengambil kebijakan. Kalau datanya salah maka kebijakan yang diambil pun tidak tepat. Ibarat dokter salah diagnosa maka obat yang diberikan pun salah. Inilah pentingnya dilakukannya SKAP,” jelas Prof Damanik.

Keberhasilan Perwakilan BKKBN Jawa Timur membentuk super tim SKAP 2019 ini, ungkap Prof Damanik, akan dijadikan sebagai role model, rujukan dan referensi bagi provinsi lain. BKKBN Pusat akan mendorong semua provinsi untuk belajar ke Jawa Timur.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Latbang BKKBN Jawa Timur, Sukamto mengungkapkan pihaknya sangat bersyukur karena kerja keras tim SKAP 2019 yang telah berhasil menyelesaikan tugas dengan sangat baik dan tepat waktu. Tujuan dari diselenggarakannya kegiatan Pertemuan Pasca SKAP 2019 ini tidak lain adalah pemberian apresiasi kepada para enumerator dan supervisor terbaik serta pengumpulan alat yaitu handphone yang digunakan untuk pengumpulan data.

“Alat SKAP ini adalah inventarisasi Negara yang harus dipertanggungjawabkan,” jelas Sukamto.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Program dan Kerjasama Pelatihan dan Pengembangan (Latbang) Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Iswari Hariastuti menjelaskan apresiasi diberikan kepada 18 orang enumerator terbaik, 5 orang supervisor terbaik, 5 tim terbaik, dan 3 dokumentasi terbaik.

“Apresiasi ini sebagai tanda terima kasih kami kepada tim SKAP yang sudah bekerja dengan sangat baik dan setiap kategori ada Indikator penilaian yang sangat ketat,” imbuhnya.

Perwakilan dari LPPM Unair , Eko Supeno menambahkan bahwa kegiatan SKAP 2019 ini harus menjadi spirit dan semangat bagi seluruh enumerator dan supervisor untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Begitu pula dengan Adam dari PPM Poltekkes Kemenkes Surabaya yang berterima kasih kepada BKKBN karena sudah melibatkan mereka dalam pelaksanaan SKAP 2019 ini dan telah berhasil membentuk para enumerator dan supervisor SKAP Jatim 2019 menjadi SDM yang handal. Sis