Jelang Lebaran, Pemkot Surabaya diminta Antisipasi Kelangkaan Gula

154


Surabaya, (harjatim) – Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Kota Surabaya, Jawa Timur, meminta pemerintah kota setempat mengantisipasi kelangkaan kebutuhan bahan pokok terutama gula di tengah pandemi COVID-19 dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Jhon Thamrun, di Surabaya, Jumat, mengatakan stok beberapa bahan pokok terutama gula di Surabaya mulai menipis sehingga pihaknya khawatir terjadi kelangkaan gula di pasaran.” Saat ini ketersediaan gula dikatakan cukup saja tidak bisa, ini mengkhawatirkan,” katanya.

Menurut dia, kelangkaan gula di sejumlah pasar rakyat di Surabaya tentunya akan berdampak pada melonjaknya harga gula di toko tradisional. Sebetulnya kenaikan harga gula di pasaran Surabaya sudah terjadi sejak Maret lalu dari semula harga gula Rp12.000 per kilogram hingga melonjak menjadi Rp17.000 per kilogram.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mendorong adanya data ketersediaan bahan pangan yang bisa dilaporkan secara berkala oleh Pemerintah Kota Surabaya agar bisa menentukan kebijakan apa yang sebaiknya dilakukan untuk saat ini.

“Kami juga meminta Pemkot Surabaya menjalin komunikasi dengan Bulog untuk mengkonsultasikan kelangkaan gula itu,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, peran pasar modern di Surabaya juga perlu dipertimbangkan dan diminta untuk membantu langkah pemerintah dalam ketersediaan gula.

Terkait operasi pasar, Thamrun menyarankan bahwa hal tersebut masih perlu dilakukan guna menekan dan mengontrol harga gula di pasaran. “Saya rasa operasi pasar itu masih perlu sebagai upaya menekan harga, jangan sampai harga melambung dan tidak bisa dijangkau oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Surabaya Wiwik Widyati hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait hal itu. Saat dihubungi melalui ponselnya tidak sambung. (an/wan)