AP I Bandara Udara Juanda Optimalkan Layanan Kargo

50


Surabaya, (Harjatim) – Penerapan _physical distancing_ pada alur keberangkatan penumpang di bandara pada Masa Pandemi Covid-19 berangsur mulai ada aktivitas. Hal ini dikatakan Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan pada jumlah penerbangan dari 15 bandara AP I selama periode 1 Mei -15 Mei 2020 total terdapat 3.183 penerbangan atau turun 87 persen dari jumlah total penumpang sebelumnya.
“Era pandemik Covid-19 ini memang terdampak bagi pencapaian jumlah penumpang biasanya mencapai 25.843 atau alami penurunan sekitar 95 persen dari kondisi normal,” ujarnya (17/5/2020).
Handy merinci, sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Bandara yang mengangkut penumpang terbanyak selama masa diperbolehkannya kembali aktivitas penumpang secara terbatas adalah bandara Internasional Juanda,Surabaya (SUB) sebanyak 5.292 orang baik domestik maupun internasional.
Hal tersebut juga sejalan dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor SE 32 tahun 2020 tentang Petunjuk Operasional Transportasi Udara untuk Pelaksanaan Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Penyebaran Covid19.
Berdasarkan edaran tersebut Angkasa Pura I bertugas membentuk posko pengamanan dan pemeriksaan di bandara yang dilengkapi dengan fasilitas penyelenggaraan protokol kesehatan sesuai Permenhub Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid19 dan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid19.
Selain itu, Angkasa Pura I juga memberikan dan melaksanakan rekomendasi _slot time_ apabila terdapat maskapai yang mengajukan perubahan jadwal penerbangan sesuai dengan jam operasional masing-masing bandara.
“Angkasa Pura I sangat memperhatikan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, khususnya penerapan _physical distancing_, dalam melakukan pelayanan kebandarudaraan di 15 bandara kelolaan,” tambah Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan.
Penerapan _Physical Distancing_ pada Alur Keberangkatan Penumpang di Bandara pada Masa Pandemi Covid-19
Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara pada masa larangan mudik ini, perlu diketahui bahwa terdapat 5 proses alur pemeriksaan penumpang yang akan berangkat melalui bandara, yaitu:
1. Pos Pemeriksaan Pintu Masuk Keberangkatan- Calon penumpang menunjukkan berkas kelengkapan dokumen perjalanan seperti identitas diri, tiket, surat keterangan negatif/ bebas Covid-19, surat tugas, surat kematian (sesuai persyaratan yang tertera pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020. – Di area terminal keberangkatan, calon penumpang juga diperiksa suhu tubuhnya oleh _thermo gun_.
Pada beberapa bandara, pemeriksaan suhu tubuh dilakukan menggunakan _thermo scanner_ pada saat masuk SCP1.
2. Pos Pemeriksaan Dokumen Kesehatan* – Calon penumpang menuju pos pemeriksaan kesehatan di area _check-in_ menunjukkan surat keterangan bebas/ negatif Covid-19. – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)
Kementerian Kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan dan menerbitkan _clearance_ kesehatan. – Calon penumpang mengisi HAC _(Health Alert Card)_/ e-HAC dipandu oleh petugas KKP.
3. Pemeriksaan Dokumen Final* Calon penumpang yang telah memiliki _clearance kesehatan_ menunjukkan seluruh berkas kelengkapan perjalanan ke pihak maskapai.
4. Proses Check-in* Calon penumpang yang telah mendapatkan _approval_ di pos pemeriksaan ketiga, selanjutnya melakukan proses _check-in_ dan mendapatkan _boarding pass_.
5. Pos Pemeriksaan Sebelum SCP 2 Penumpang yang telah memiliki _boarding pass_ diperiksa kembali kelengkapan dokumennya oleh petugas Aviation Security (Avsec) sebelum masuk pemeriksaan SCP 2.
Setelah dari pemeriksaan 5, calon penumpang dapat melanjutkan ke pemeriksaan badan dan barang di SCP2 dan kemudian masuk ruang tunggu persiapan boarding _(boarding lounge)_.
Sebagai catatan, apabila terdapat berkas yang tidak lengkap pada tiap pos pemeriksaan tersebut, maka calon penumpang tidak diperbolehkan melanjutkan ke tahap pemeriksaan selanjutnya. Adapun penyiapan prosedur pelayanan antrean periksaan dokumen dengan penerapan _physical distancing_ di bandara yaitu:
Area Verifikasi Dokumen a. Dibatasi dengan _queuing line_ (tiang antrian) b. Posisi meja pemeriksaan di depan sejumlah kebutuhan.
Sementara itu, lanjut Handy untuk aktivitas kargo selama masa yang sama diangkut sebanyak 18.251 ton kargo. Jika dibandibgkan dengan 2019 hanya mengalami penurunan 4 persen. Sedangkan bandara Sentani, Jayapura (Djj) menjadi bandara yang mengangkut aktivitas layanan kargo tertinggi yakni 17.639 ton.
“Untuk menanggapi agar tetap beroperasional, kami melalkukan strategi efisiensi operasi di seluruh bandara AP I misal dengan downsizing luasan bandara yang dioperasikan selaras dengan penurunan jumlah penumpang, pemampatkan jaam operasional bandara, menghentikan beberapa fasilitas bandara serta mengatur ulang jadwal SDM dan sebagainya,”tutupnya. (Wan/Jey/bi).