Nissan Tutup Pabriknya di Indonesia

136

 

Jakarta,(harjatim) – Nissan Motor Co., Ltd, mengumumkan penutupan pabrik mereka di Indonesia, lewat siaran resmi pada Jumat (29/5). ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi besar hingga 2023 untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan merek mobil asal Jepang ini.

Kepastian penutupan pabrik Nissan di Indonesia itu disampaikan oleh CEO Nissan Makoto Uchida dalam jumpa pers di Yokohama, Jepang, Kamis (28/5) waktu setempat, yang juga dipublikasikan di laman resminya.

Selanjutnya, Nissan akan berkonsentrasi pada pabriknya di Thailand yang akan dijadikan sebagai basis produksi ASEAN bersama dengan mitra aliansinya. Di kawasan ASEAN, Nissan tetap berkolaborasi dengan mitra aliansi, baik dalam berbagi sumber daya, produksi, model, dan teknologi.

Selain fasilitas produksi di Indonesia, Nissan juga akan menutup pabriknya di Barcelona, Spanyol, sebagai bagian perampingan untuk efisiensi.Nissan juga akan memangkas biaya tetap sebesar 300 miliar yen atau sekira Rp41,17 triliun, memangkas kapasitas produksi 20 persen menjadi 5,4 juta unit kendaraan per tahun.

Ke depan, Nissan akan memfokuskan bisnis inti untuk pasar Jepang, China, dan Amerika Utara.Nissan akan merasionalisasi jajaran produk global sebesar 20 persen–dari 69 menjadi kurang dari 55 model–, yang berarti ada pengurangan 14 model. Nissan akan berfokus pada segmen model inti global termasuk kendaraan segmen C dan D yang disempurnakan, kendaraan listrik, dan mobil sport.

Sementara, kalau pabriknya ditutup, lantas bagaimana nasib konsumen Tanah Air?
“Kami tetap berkomitmen memperkuat merek, membawa produk-produk baru, serta memberikan layanan penjualan dan purna jual bagi konsumen,” jelas Hana Maharani, Head of Communication PT  Nissan Motor Indonesia  Sabtu (30/5).Mengutip data GAIKINDO, sepanjang Januari-April 2020, penjualan retail Nissan hanya 2.413 unit, turun jika dibanding periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 3.653 unit.

Jika diperinci, penjualan retail Nissan sepanjang Januari-April 2020 adalah 785 unit pada Januari, dan 861 unit di Februari. Sedangkan, di Maret dan April penjualannya sebanyak 602 dan 165 unit.
Secara nasional, penjualan retail Nissan tahun ini berada di posisi 10, satu tinggkat di bawah pabrikan asal China, Wuling. (wan/an)