Desertasi Meningkatkan Pertahanan Udara di Laut, Kaprodi S1 TMI, STTAL Raih Gelar Doktor

120

Surabaya, (harjatim) Penentuan Lokasi Pangkalan TNI AL Menggunakan  MCDM dan Sistem Dinamik Dalam Upaya Meningkatkan Pertahanan Udara di Laut  adalah judul yang diusung dan dikupas dalam Disertasi untuk memperoleh gelar Doktor Studi Ketahanan yang disampaikan oleh Letkol Laut (KH) Joko Purnomo, S.Si., M.T.  (Kaprodi S1 Teknik Manajemen Industri  STTAL) sebagai mahasiswa S3 Studi Ketahanan Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur, yang pelaksanaannya secara darling online di Rupat Pulau Nipa Kampus STTAL Jl. Bumimoro-Morokrembangan Surabaya. Senin (14/7/2020)

Dalam Disertasinya Letkol Laut (KH) Joko Purnomo, S.Si., M.T.  membahas dan mengupas tentang Pangkalan TNI AL sebagai salah satu komponen integral dari Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT)

Karena dipandang sebagai ujung tombak kekuatan didalam melaksanakan dukungan terhadap tugas operasi tempur laut terutama untuk tempat pengembangan kekuatan laut Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) ke daerah operasi atau ”deployment forces position” dalam menunjang tugas operasi KRI sebagai satuan operasional pertahanan negera di laut.

Pemilihan lokasi Pangkalan TNI AL adalah suatu proses pengambilan keputusan dengan banyak kriteria atau Multi Criteria Decision Making (MCDM), tidak hanya untuk kondisi saat ini saja akan tetapi perlu mempertimbangkan faktor sustainabilitas Pangkalan TNI AL akibat perubahan dinamika sistem. Ini agar Pangkalan tersebut dapat sustainable/berlanjut pada masa-masa yang akan datang.

Penelitian Kaprodi S1 Teknik Manajemen Industri  STTAL ini menggunakan suatu metode kombinasi antara metode Analytical Hierarchi Process (AHP) dengan metode Set Covering yang kemudian diteruskan dengan metode sistem dinamik.

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan metode AHP menggunakan software expert choice ver 11 menunjukkan bahwa Pangkalan TNI AL Balikpapan lebih diprioritaskan atau diutamakan dalam penentuan lokasi Pangkalan TNI AL untuk dikembangkan stutusnya karena mempunyai nilai bobot (0,186) yang lebih besar dibandingkan Pangkalan TNI AL lainnya, selanjutnya Denpasar (0,184), Palu (0,144), Kendari (0,109), Banjarmasin (0,089), Semarang (0,082), Tahuna (0,071), Mataram (0,052), Cilacap (0,047) dan Maumere (0,035).

Sedangkan hasil pengolahan data dengan metode set covering dengan program excel solver terpilih 8 Pangkalan TNI AL untuk mengcover 8 sektor operasi yang ada di wilayah Koarmada II, yaitu Pangkalan TNI AL Palu mencover sektor operasi 1 (Laut Sulawesi), Balikpapan mencover sektor operasi 2 (Selat Makasar), Banjarmasin mencover sektor operasi 3 (Laut Jawa), Denpasar mencover sektor operasi 4 (Samudera Indonesia 1), Maumere mencover sektor operasi 5 (Laut Flores), Mataram mencover sektor operasi 6 (Samudera Indonesia 2), Tahuna mencover sektor operasi 7 (Laut Sangihe Talaud), Kendari mencover sektor operasi 8 (Laut Maluku).

Hasil pengolahan data dengan metode sistem dinamik menggunakan software Stella versi 9.1.3 untuk ketiga pangkalan TNI AL yaitu Pangkalan Balikpapan, Denpasar dan Kendari pada jangka waktu 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun semuanya mempunya nilai sustainabilitas dengan kategori sedang (Moderat). Kecuali Pangkalan TNI AL Balikpapan mempunya nilai sustainabilitas 0,70 dengan kategori tinggi (Sustainable) pada jangka waktu 30 tahun.

Untuk simulasi dengan tiga skenario dalam penilaian sustainabilitas pangkalan TNI AL, semuanya mempunya nilai sustainabilitas dengan kategori sedang (Moderat) kecuali Pangkalan TNI AL Balikpapan mempunya nilai sustainabilitas dengan kategori tinggi (Sustainable) pada jangka waktu 20 dan 30 tahun.

Desertasi ini Tim Penguji terdiri dari  Prof. Dr. Marjono, M.Phil.,  Prof. Dr. H. Moeljadi, S.E., S.U., Dr. Adi Kusumaningrum, S.H., M.Hum., Kolonel Laut (KH) Dr. I Made Jiwa Astika, M.MT., dan Laksmana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Sudirman, S.IP., S.E., M.AP., M.H.
serta dalam bimbingan Promotor,  Prof. Dr. Ir. Zainal Fanani, MS., IPU. dengan Ko Promotornya yaitu; Dr. Drs. Tjahjanulin Domai, M.S. dan Dr. Alfi Haris Wanto, S.AP., M.AP., MMG.

Sedangkan Andi Kurniawan, S.Pi, M.Eng., D.Sc. Sebagai Pimpinan Sidang Ujian Akhir  Disertasi Program Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang.

Dengan semakin bertambahnya personel STTAL yang telah berhasil menyandang gelar Doktor dalam bidang pendidikan umum, tentunya hal ini sangat bermanfaat dalam membantu perkembangan kemajuan STTAL sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi TNI Angkatan Laut yang tentunya semakin dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. (wan/sttal)