Otto Hasibuan Diminta Keluarga Dampingi Djoko Tjandra

223

Jakarta(Harjatim)-Pihak keluarga terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra, menunjuk pengacara Otto Hasibuan untuk menjadi kuasa hukum buronan yang telah tertangkap itu. Hal ini terungkap ketika Otto Hasibuan mengungkapkannya kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri, kemarin.”Jadi saya diminta oleh keluarga untuk membantu Djoko Tjandra,” katanya.Namun dikatakan, hal itu belum diputuskannya. Karena Otto harus menemui dahulu Djoko Tjandra.

“Pertama saya harus menanyakan dulu kepada beliau apakah ada pengacara lainnya yang masih terikat dengannya atau tidak itu kan pada etika,” katanya. Pihak keluarga, kata Otto, Djoko Tjandra belum memiliki kuasa hukum. Sementara mengenai Anita Kolopaking yang diketahui sebagai pengacara Djoko Tjandra, pihak keluarga mengatakan hal itu untuk kasus lain.

“Saya tidak boleh menangani perkara kalau dia masih terikat dengan pengacara lain dan kalau dia ingin memutuskan hubungan dengan pengacara lain, saya menganjurkan kepada Djoko untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban yang lain,” tutur Otto. Dirinya ingin menemui Djoko Tjandra, namun karena hari libur dia tidak bisa bertemu. Menurut Otto, dirinya ingin bertanya banyak hal kepada Djoko. Otto ingin mempelajari kasusnya terlebih dahulu dan bantuan hukum apa yang diperlukan Djoko Tjandra.”Walaupun saya sudah bisa membayangkan kasusnya sebenarnya kayak apa, nanti kita lihat,” ujarnya.

Rencananya Senin (3/8) mendatang Otto akan kembali untuk bertemu Djoko Tjandra di Rutan Salemba cabang Mabes Polri. Selain ingin bertemu Djoko Tjandra, Otto juga mengungkapkan ingin bertemu dengan Jaksa Agung untuk mengklarifikasi amar putusan yang dikenakan kepada terpidana tersebut.”Karena saya membaca di putusan Djoko Tjandra, disana tidak ada perintah agar Pak Djoko ditahan. Isinya hanya mengatakan, salah satunya menghukum dia dua tahun penjara, membayar sejumlah uang.” “Tapikan di dalam KUHAP itu harus ada kata-kata perintah ditahan. Ternyata kata-kata perintah ditahan ini tidak ada,” katanya.nas