Bandel, APK Paslon Pilkada Gresik Ditertibkan

87

Gresik (Harjatim) – Meski telah ada kesepakatan antara Tim pemenangan masing-masing Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gresik untuk menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) usai penetapan Paslon, ternyata tidak berjalan sesuai kesepakatan.
Terpaksa, Bawaslu bersama Satpol-PP turun tangan mencopot atribut berbau kampanye tersebut. Berbagai reklame milik Paslon di Pilbup Gresik 2020 yang sebelumnya terpasang di berbagai titik mulai ditertibkan, Jum’at (25/09/2020).
Anggota Bawaslu Gresik Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Syafi Jamhari menjelaskan, bahwa berbagai reklame yang terpasang masuk dalam kategori Alat Peraga Kampanye (APK) pasca ditetapkannya pasangan calon pada 22 September lalu.
“Semuanya kami bersihkan ya, karena termasuk pelanggaran kampanye. Sesuai jadwal seharusnya dimulai sejak 26 September hingga 5 Desember,” ucap Jamhari, Jumat (25/9/2020).
Dikatakannya, sesuai PKPU 11 tahun 2020 tentang Kampanye Pilkada, terdapat batasan jumlah pemasangan APK di beberapa tingkatan wilayah. Baik di tingkat kecamatan hingga desa. Hal itu dijelaskan dalam pasal 28.
Secara umum, jumlah maksimal batasan tersebut antara lain 6 spanduk ditingkat desa, 30 umbul-umbul di tiap kecamatan, 15 baliho se-kabupaten, serta penggunanan 5 billboard atau videotron di seluruh kabupaten. Kemudian diatur tentang ukurannya dan wajib memperhatikan titik pemasangan.
“Jika menampilkan visi, misi, nomor urut, nama atau gambar paslon sudah termasuk kategori APK. Akan kami tertibkan jika tidak memenuhi aturan yang ada,” pungkasnya.
Kasatpol PP Gresik, Abu Hassan mengatakan, berkoordinasi dengan Bawaslu untuk melakukan penertiban dan masing-masing tim pemenangan.
Pihaknya melaksanakan penertiban di beberapa kawasan. Antara lain GKB, Bunder, hingga kawasan Kota.
“APK sudah kami amankan, kami simpan di kantor, bagi yang bersangkutan boleh mengambil APK tersebut asalkan wajib memperhatikan aturan jika akan dipasang kembali. Kalau tidak, ya terpaksa akan kami amankan lagi APK-nya,” tutupnya.
Sebelumnya, tim pemenangan Paslon diberikan waktu 24 jam untuk melepaskan atribut berbau kampanye oleh Bawaslu setelah paslon ditetapkan. Namun pantauan di lapangan, hingga saat ini masih banyak atribut berbau kampanye (APK) yang bertebaran di sepanjang ruas jalanan Kabupaten Gresik.
Kasatpol PP Gresik, Abu Hassan mengatakan, berkoordinasi dengan Bawaslu untuk melakukan penertiban dan masing-masing tim pemenangan.
Pihaknya melaksanakan penertiban di beberapa kawasan. Antara lain GKB, Bunder, hingga kawasan Kota.
“APK sudah kami amankan, kami simpan di kantor, bagi yang bersangkutan boleh mengambil APK tersebut asalkan wajib memperhatikan aturan jika akan dipasang kembali. Kalau tidak, ya terpaksa akan kami amankan lagi APK-nya,” tutupnya. (awe)