Pansus Pertanyakan Denda Bagi Pengguna Masker Scouba

26

Mojokerto – (harjatim) Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 Kota Mojokerto menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mojokerto di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Mojokerto, Senin (5/10/2020).

Hadir dalam acara tersebut enam anggota Pansus, Kepala Disperindag Kota Mojokerto Ruby Hartoyo beserta rombongannya dan Plt Kepala Dinsos Kota Mojokerto Heru Setiadi beserta rombongannya. Selain itu, juga hadir Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Kota Mojokerto yang juga Kepala Disbun dan Plt Kepala Dinas Infokom Kota Mojokerto Gaguk Prasetyo.

Pada RDP tersebut Pansus mempertanyakan pemberlakuan denda bagi masyarakat yang menggunakan masker jenis scouba. “Ini terjadi pada pegawai saya sendiri. Ternyata dalam operasi yustisi yang sudah diterapkan, masker scouba sudah menjadi denda, sudah tidak diperbolehkan,” ujar Ketua Pansus Covid-19 Moch. Rizqy Fauzi Pancasilawan.

Politisi PDIP ini menuturkan, saat itu pegawainya dia suruh beli rokok, pakai masker scouba, dihentikan oleh petugas Satpol PP dan Kepolisan, dan dikenakan denda. “Katanya masker scouba itu bukan masker. Katanya bahannya beda,” imbuhnya.

Dirinya sudah mencari dasar hukum yang tidak memperbolehkan menggunakan masker scouba. “Aturan mana yang melarang tidak boleh menggunakan masker scouba. Nah, saya kira ini yang harus ditertibkan,” katanya.

Apalagi, katanya, Pemkot Mojokerto juga menganggarkan untuk pengadaan masker scouba. “Saya sepakat harus ada kesepakatan, masker seperti apa yang diperbolehkan dan masker mana yang tidak diperbolehkan. Jangan sampai masker yang sudah dibuat dengan anggaran ratusan juta jadi sia-sia,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Jubir Gugus Tugas Covid-19, Gaguk Prasetyo meminta waktu untuk menyerahkan regulasi yang tidak memperbolehkan menggunakan masker scouba. “Posisinya sama dengan saya hanya mendengar dari BNPB pusat, apakah tidak diperbolehkan atau tidak direkomendasikan. Nanti saya koordinasikan dengan tim yustisi, apa dasar hukumnya dan kenapa masker scouba tidak diperbolehkan,” kilahnya.yus