Ogah Dituding Tebang Pilih, Stop Kegiatan Hiburan

141

Gresik (Harjatim) – Ogah dituding tebang pilih dalam menjalankan penegakan peraturan protokol kesehatan penanggulangan penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Pemdes Kedungrukem memilih semua kegiatan hiburan yang berpotensi mendatangkan kerumunan massa sementara distop. Hal ini diungkapkan Kepala Desa Kedungrukem, Bayu Praharja Hadinata, Senin (5/10/20).

Kegiatan hiburan itu meliputi kegiatan pertunjukan seni dan budaya, perlombaan burung (gantangan), pameran hingga cafe atau warkop yang menyediakan hiburan dangdutan.

” Mulai hari ini (5 Oktober red) sementara kegiatan hiburan yang berpotensi mendatangkan kerumunan massa tutup dulu. Baik itu skala besar maupun kecil,” kata Bayu di kantornya.

Pelarangan ini lanjut Bayu hingga waktu yang belum ditentukan. Artinya masih menunggu situasi dan intruksi dari pihak terkait. Aturan stop sementara pemberian izin keramaian tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Jatim tanggal 13 Maret 2020 tentang peningkatan kewaspadaan Covid-19 dan Surat Telegram Kapolda Jatim tanggal 30 September 2020.

” Kita berharap semua warga mengerti. Memang aturan yang ada seperti ini,” lanjutnya.

Disinggung pihaknya melakukan tebang pilih dalam penertiban kegiatan hiburan yang ada di wilayahnya Bayu menampik. ” Semua penyedia tempat usaha hiburan yang berpotensi mendatangkan kerumunan massa kita samakan. Kita himbau agar mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya.

Sementara mengenai cafe maupun warkop yang menyediakan hiburan tambahan. Menurut Bayu tetap boleh buka.

” Hanya penambahan hiburannya saja yang sementara tidak boleh. Misalnya cafe yang menyediakan elekton. Nah, elektonnya sementara harus ditiadakan,” jelas Bayu.

Dia menegaskan pihak pemerintahan desa tidak akan memberikan rekomendasi terkait kegiatan yang berpotensi mendatangkan massa.

” Sementara surat rekomendasi izin kegiatan keramaian tidak akan dikeluarkan. Artinya jika ada kegiatan keramaian berarti ilegal. Jika ada pembubaran dari petugas tetkait jangan salahkan pihak pemerintahan desa,” pungkasnya.

Kabar tak sedap terkait adanya tebang pilih yang dialamatkan ke pihak Pemdes Kedungrukem mencuat terkait pembubaran pertunjukan seni jaranan kuda kicak di Dusun Bulakploso Desa Kedungrukem, (4/10), yang dianggap tak berizin dan menyalahi protokol kesehatan. Namun, disaat bersamaan terdapat cafe di wilayah desa setempat yang menyediakan hiburan elekton tetap beroperasi tiga hari berturut – turut. Mulai hari Jum’at (2/10), Sabtu (3/10) hingga Minggu (4/10). (awe)