Pemkab Kediri Anggarkan Rp95 Miliar untuk Perbaikan Jalan Penghubung

47

Kediri,(harjatim)-Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menganggarkan Rp95 miliar untuk perbaikan jalan di empat ruas jalan yakni jalur penghubung Kabupaten Kediri dengan kabupaten sekitar, baik Jombang dan Blitar.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Candra Wahyu Purnama, Kamis,8/10  mengemukakan proyek peningkatan kualitas jalan tersebut memang dianggarkan Rp95 miliar, yang masuk dalam satu paket pengerjaan dengan pelaksana proyek PT Kadiri Sarana Bakti.

Sementara untuk panjang pengerjaannya mencapai 15.167,6 meter atau 15 kilometer.

“Untuk pekerjaan peningkatan jalan rigid (rigid pavement atau perkerasan kaku dengan beton) tersebut ditargetkan akan selesai pada Desember nanti,” kata Irwan Candra di Kediri.

Irwan menegaskan jalan merupakan salah satu infrastruktur dasar yang sangat penting bagi perkembangan perekonomian karena sebagai jalur transportasi.

Untuk itu, sebagai upaya peningkatan kualitas jalan serta peningkatan pelayanan bagi pengguna jalan, utamanya warga Kabupaten Kediri, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri melakukan perbaikan di empat ruas jalan di wilayah kabupaten ini.

Empat ruas jalan tersebut yaitu jalur penghubung Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Jombang, tepatnya jalur Kecamatan Pagu dan Plemahan yang meliputi Desa Pagu – Bogo di Kecamatan Kunjang – Kecamatan Plemahan meliputi Desa Bogo – Kunjang – Borolor, serta penghubung Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Blitar tepatnya di jalur Kecamatan Wates meliputi Desa Janti – Sumberagung – Wates, lalu Wates – Ngancar serta Jalan Rajawali di Kecamatan Wates.

Dalam pengerjaannya, peningkatan kualitas jalan tersebut menggunakan konstruksi rigid pavement atau perkerasan kaku dengan beton, karena untuk meningkatkan kualitas dan daya jalan untuk muatan berat.

Berdasar dari kajian Dinas PUPR Kabupaten Kediri, jalur yang diperbaiki tersebut sering dilalui kendaraan dengan beban berlebihan yang melebihi tonase, sehingga dengan penggunaan konstruksi rigid pavement diharapkan mampu dilalui kendaraan dengan tonase berat dan umur jalan dapat sesuai dengan umur rencana.

Irwan Candra menambahkan, pada pelaksanaan proyek pengecoran tersebut juga terdapat perbedaan metode dari pelaksanaan rigid pavement sebelumnya.

Jika sebelumnya hanya dilakukan dengan menggunakan trowel (sekop) atau cara semi manual, pada tahun ini menggunakan alat slipform paver. Alat tersebut biasanya digunakan untuk pembangunan jalan tol dan jalan

Selain untuk efektifitas, dengan penggunaan alat itu juga dapat mengontrol mutu yang lebih bagus, karena terdapat penggetar yang berfungsi untuk mengatur kepadatan beton, yang finalnya umur rencana kematangan beton dapat tercapai dengan cepat.

Ia menegaskan, rencana pelaksanaan proyek tersebut akan selesai akhir 2020. Prosesnya membutuhkan waktu cukup lama. Untuk itu, jalur juga diterapkan sistem buka tutup.

“Jalur lalu lintas di lokasi tersebut tidak dapat ditutup total, namun menggunakan sistem buka tutup. Ini juga menjadi kendala dalam pelaksanaan, tapi memang prosesnya seperti itu. Diharapkan warga bisa memaklumi,” kata Irwan.

Di Tahun Anggaran 2020, sebenarnya terdapat enam paket kegiatan meliputi pembangunan jalan kabupaten, peningkatan jalan kabupaten, pembangunan jalan desa, peningkatan jalan desa, peningkatan jalan kabupaten ruas Plosoklaten – Gedangsewu, serta peningkatan jalan kabupaten Kranggan – Plosoklaten.

Namun karena terjadinya pandemi COVID-19, Dinas PUPR Kabupaten Kediri melakukan refocusing anggaran. Dari enam paket tersebut yang tetap berjalan untuk lelangnya hanya satu paket, yaitu paket peningkatan jalan, dengan satu kali tender yang meliputi empat ruas jalan.(wan/an)