Pengerjaan ‘Mega Proyek’ Islamic Center Terkesan Tertutup

Konsultan Pengawas : Jika Ingin Monitoring Harus Ada Surat Izin dari DPUTR

166

Gresik (Harjatim) – Proses pengerjaan ‘mega proyek’ Islamic Center tahap 2 di Kecamatan Balongpanggang terkesan tertutup. Pasalnya, proyek yang didanai APBD Pemkab Gresik tahun anggaran 2020 dengan pemenang tender PT.Putra Nanggroe Aceh senilai Rp 10.198.365.118,10 itu melarang awak media yang hendak melakukan monitoring ke area kerja. Awak media, hanya diperkenankan melihat sebatas pintu pos penjagaan.

Hal ini ditegaskan Indra Gunawan, oknum yang mengaku kordinator konsultan pengawas dari PT. Pilar Empat Consultant. Menurutnya jika ingin masuk area proyek hingga monitoring ke area kerja. Harus membawa surat ijin terlebih dahulu dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik.

” Tidak bisa masuk meskipun sampean dari wartawan. Aturannya jika ingin masuk area proyek harus membawa surat ijin liputan dari DPUTR,” kata Indra Gunawan di pos penjagaan proyek saat menemui awak media.

Namun disinggung perihal aturan secara tertulis pelarangan liputan yang sudah dibuat hingga payung hukum yang menaungi aturan tersebut. Indra tidak bisa menjelaskan secara rinci. ” Wis pokoknya seperti itu. Jika ingin bertanya disini saja (pos penjagaan red),” ujar Indra lagi singkat.

Indra kemudian menjelaskan pengerjaan proyek Islamic Center tahap 2 berupa pembangunan konstruksi tower C dan pengurugan jalan akses masuk. ” Hanya dua item pekerjaan. Pembangunan tower C dan pengurugan jalan akses masuk. Namun, jika progres pengerjaan berjalan dengan cepat dan masih ada sisa waktu. Akan diajukan addendum pembuatan sumur bor,” jelas Indra.

Progres pekerjaan menurut indra sudah mencapai 60 persen. Artinya melebihi dari jadwal yang yang tertuang dalam rencana. ” Progres plus 10 persen. Untuk menyelesaikan pekerjaan ini, kita masih ada waktu hingga akhir tahun 2020,” lanjut Indra.

Usai penjelasan dari Indra, wartawan yang hendak mengambil gambar lebih dekat ke area tower C tetap ditolak Indra. ” Jika kalian ingin mengambil gambar dari pos penjagaan saja. Tidak boleh lebih dekat lagi,” pungkas Indra.

Hasil pengamatan harianjawatimur.com terdapat beberapa pekerja nampak sibuk menyelesaikan pekerjaan Tower C. Namun, pengurugan jalan akses masuk berupa urugan limestone masih tidak ada aktifitas pekerjaan. Kabarnya, persoalan ini disebabkan pembebasan lahan warga yang belum dituntaskan. Selain itu, kontraktor pemenang tender ‘masih’ tidak bersedia teken sebuah pernyataan permintaan warga sekitar jika nanti mobilisasi urugan akses jalan menimbulkan dampak.

Sementara Kepala Bidang Cipta Karya DPUTR Gresik, Tri Handayanisetyarini enggan menemui wartawan yang hendak mengkonfirmasi persoalan ini. Ditemui di kantornya selalu menghindar. Sementara melalui via cellularnya tidak ada jawaban.

Seperti diketahui proyek Islamic Center yang berada di Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur kini sedang dibangun. Diharapkan, pembangunan proyek tersebut selesai tepat waktu sehingga bisa menjadi tujuan wisata religi.

Di kompleks itu direncanakan akan dibangun tiga gedung tinggi yang akan digunakan sebagai masjid, gedung serbaguna dan tempat manasik haji. Selain itu, juga akan dilengkapi dengan sentra UMKM.

Proyek ini akan menyedot uang rakyat hingga puluhan miliar. Berdasarkan hasil lelang, untuk pembangunan tahap I di tahun 2019 ini saja, proyek itu menyedot uang rakyat hingga Rp 16.763.286.113,22. Sementara tahap 2 menyedot Rp 10.198.365.118,10. Anggaran sebesar itu khusus dialokasikan untuk pembangunan gedung. (awe)