Pemasangan U-Ditch ‘Abaikan’ Standar Konstruksi

118

Gresik (Harjatim)- Metode pemasangan pekerjaan U-Ditch di Desa Sumberwaru Kecamatan Wringinanom disinyalir ‘mengabaikan’ standar konstruksi yang disyaratkan. Proyek drainase lingkungan konstruksi U-Ditch senilai Rp 65 juta yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 itu ‘terancam’ gagal konstruksi.

Hasil monitoring harianjawatimur.com pemasangan U-Ditch berukuran 30 Centimeter X 40 Centimeter X 120 Centimeter dilakukan di badan jalan. Tidak hanya itu sesudah U-Ditch beserta cover terpasang. U-Ditch yang terpasang itu kemudian ditimbun dengan urugan sirtu.

Setelahnya, bagian atas cover U-Ditch direkondisi dengan pemasangan paving. Sementara dalam pemasangan U-Ditch menggunakan metode manual, tenaga orang.

Sumber setempat menuturkan dia memgaku sangat kecewa dengan cara pemasangan U-Ditch yang tidak memperhatikan nilai estetika dan perhitungan nilai manfaat jangka panjang proyek. Terutama dari sisi pemeliharaan saluran.

” Jika saluran mampet akan sulit membersihkannya. Harus bongkar paving dan gali timbunan yang menutupi U-Ditch,” kata sumber sambil mewanti-wanti agar namanya tidak dipublikasikan.

Mestinya lanjut sumber kualitas kekuatan U-Ditch juga harus diperhatikan. Masalahnya pemasangan dilakukan di badan jalan. Kualitas U-Ditch harus selaras dengan kapasitas jalan.

” Jika gandar tidak sesuai dengan kapasitas jalan. Kemudian ada kendaraan yang bertonase berat lewat. Kuatir U-Ditch bergeser kemudian ambrol,” lanjutnya.

Dia berharap selain volume pekerjaan, metode pelaksanaan juga harus diperhatikan. ” Jangan asal-asalan dalam pelaksanaan. Masalahnya menyangkut manfaat jangka panjang bagi warga,” pungkasnya.

Sementara menanggapi ini Kades Sumberwaru, Moch.Nasihin mengatakan pelaksanaan pemasangan U-Ditch sudah sesuai gambar rencana.

” Gambarnya memang seperti itu. Setelah U-Ditch terpasang ditimbun urugan sirtu kemudian diatasnya dipasang paving. Untuk mengembalikan fungsi jalan,” kata Nasihin.

Nasihin menjelaskan pemasangan U-Ditch dibadan jalan karena samping kanan dan kiri jalan terdapat jaringan pipa SPAM.

” Mangkanya U-Ditch kita pasang di badan jalan. Jika pemasangan dilakukan disamping kanan maupun kiri. Kuatir merusak pipa,” jelas Nasihin.

Namun disinggung mengenai gandar U-Ditch yang dipakai proyek drainase itu, Nasihin mengaku tidak tau. ” Yang penting kita beli U-Ditch seperti yang tertuang dalam gambar rencana proyek, ya sudah. Soal mutu kita tidak tau, jelasnya seperti apa,” pungkas Nasihin. (awe)