Pengerjaan TPT Desa Jogodalu Sarat Penyimpangan

Kades Jogodalu : Jika Bermasalah TPT Siap Dibongkar Lagi

249

Gresik (Harjatim) – Pengerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Gempol Desa Jogodalu Kecamatan Benjeng disoal warga setempat. Pasalnya, proyek senilai Rp 100 juta bersumber dana dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) APBD Pemkab Gresik tahun 2020 itu ditenggarai mengabaikan standar konstruksi. Sehingga mutu dan azas manfaat jangka panjang bangunan terancam tidak sesuai perencanaan.

Sumber setempat mengungkapkan dugaan penyimpangan itu, diantaranya mulai item pengerjaan galian pondasi, lantai kerja hingga pasangan batu.

” Bagaimana bangunan mau awet. Wong proses pengerjaanya terkesan mengabaikan mutu, asal pasang,” kata sumber yang enggan disebut namanya.

Dia mengaku sangat kecewa jika nanti hasil bangunan tidak bertahan lama. Apalagi ini merupakan proyek penahan tanah. Yang diperuntukan untuk menopang dan menambah kekuatan jalan.

” Kita berharap pihak pemerintah desa menjalankan pelaksanaan kegiatan pembangunan dengan baik. Jangan sampai ada permainan dalam mengelolah anggaran di desa,” harap sumber.

Sementara menanggapi persoalan ini Kades Jogodalu, Juwaiminingsih menyatakan jika nanti pembangunan TPT ditemukan penyimpangan. Pihaknya bakal membongkar TPT tersebut.

” Sudah tak intruksikan ke pak Sekdes dan Kasun. Pekerjaan yang tidak tepat sebaiknya dibongkar aja. Mumpung pengerjaan proyek belum selesai. Daripada nanti menimbulkan masalah,” tandas Juwaiminingsih di kantornya, Rabu (14/10/20).

Dia menjelaskan proyek TPT tersebut panjangnya 159 meter dengan tinggi pasangan 80 centimeter. Memakai material pasangan batu kali. Semua pelaksanaan kegiatan pembangunan di Desa Jogodalu diserahkan ke Kasun setempat.

” Lagian ini dananya belum cair seratus persen. Sementara masih cair separuh,” jelas perempuan yang dikenal juga sebagai kontraktor di Gresik ini.

Namun ditanya mengenai item pekerjaan galian pondasi dan pekerjaan lantai kerja berupa urugan sirtu, Juwaiminingsih tidak bisa menjelaskan secara rinci.

” Yang jelas soal galian pondasi dan pekerjaan lantai kerja berupa urugan sirtu sudah kita kerjakan. Namun, Soal volume item pekerjaan itu sampean tanya pak Sekdes atau Kasun,” jawab Juwaiminingsih singkat.

Sementara Sekdes dan Kasun Gempol yang mendampingi Juwaiminingsih enggan menjelaskan secara rinci terkait volume pekerjaan.

” Lupa mas volumenya berapa. Pokoknya ada. Nanti tak lihat dulu di RAB,” kilah Kasun Gempol, Akmad Nafik. (awe)