Telan Anggaran Rp 3 Miliar, Pasar Cakar Ayam Sepi

79

Mojokerto (harjatim) – Pasar Cakar Ayam. yang terletak di Kelurahan Mentikan Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto yang dibangun dengan harapan dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitarnya ternyata sepi. Padahal pembangunannya menghabiskan anggaran Rp 3 miliar lebih.

Pantauan di lapangan, dari 104 lapak yang tersedia, hanya sekitar 30 persen saja yang benar-benar aktif, termasuk dua penjual nasi yang berada di tengah dan selatan. Selebihnya ada yang sama sekali tidak buka dan ada pula yang hanya sekadar menggantungkan serenteng barang dagangan berupa saset.

Dari informasi yang dihimpun menyebutkan, pemilik lapak banyak yang bukan pedagang sehingga banyak lapak yang tidak buka. Lebih dari itu, pemilik lapak banyak yang bukan warga sekitar bahkan ditengarai ada yang dari luar kota.

Sebelumnya pasar Cakar Ayam ini merupakan pasar loak yang tidak pernah sepi dari pengunjung. Kemudian pasar loak direlokasi ke pasar Kliwon. Selanjutnya eks pasar loak ini dibangun untuk dijadikan pasar tradisional dengan menelan anggaran lebih dari Rp 3 miliar yang bersumber dari APBN. Peresmiannya dilakukan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pada akhir bulan April lalu.

Selain pasar Cakar Ayam, Pemkot Mojokerto masih akan membangun pasar lagi padahal sudah ada pasar kecil seperti pasar Kranggan dan pasar Juritan. Menilik dari sepinya pasar Cakar Ayam, bukan mustahil jika pasar baru yang dibangun bernasib sama dengan pasar Cakar Ayam, sepi. Sehinggga akan semakin banyak lagi anggaran yang muspro.

Kepala Disperindag Kota Mojokerto Ruby Hartoyo tidak menampik jika pasar Cakar Ayam yang diresmikan empat bulan lalu itu sepi. “Kita sedang melakukan evaluasi terkait pasar Cakar Ayam. Yang buka hanya sekitar 30 persen saja,” katanya, beberapa waktu lalu.

Untuk menghidupkan pasar Cakar Ayam, lanjutnya, pedagang yang sekarang akan diganti dengan pedagang yang baru. “Pedagang yang sekarang berjualan di Jalan KH Nawawi pasar rencananya akan dipindah ke pasar Cakar Ayam Kira-kira nanti pada akhir bulan Oktober kita pindahkan,” imbuhnya.

Menurutnya, sebelum pasar Cakar Ayam dibuka sudah dilakukan seleksi terhadap pedagang. Seleksi berdasarkan usulan dari berbagai pihak termasuk dari RT/RW. “Sebagian pedagang pasar Tanjung yang berada Jalan Tanjung Anyar awalnya kan kita tempatkan di pasar Cakar Ayam, tapi mereka kembali pasar Tanjung karena di pasar Cakar Ayam sepi,” jelasnya.yus