Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari Resmikan Pasar Benpas

31

Mojokerto (harjatim) – Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya pasar Benteng Pancasila (Benpas) diresmikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari Kamis (22/10/2020). Pembangunan kembali pasar Benpas yang terbakar tiga tahun lalu sempat molor karena dibangun pada masa transisi pergantian wali kota.

Selain dihadiri Wakil Wali Kota Mojokerto M Rizal Zakaria, Forkompinda, Sekda Kota Mojokerto Harlistyati, kepala OPD, dan camat se Kota Mojokerto, acara tersebut juga dihadiri Ketua DPD RI Lanyala Mahmud Mataliti dan dihadiri secara virtual oleh Dirjen Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Iwan Supriyanto.

Kepada awak media. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, pasar Benteng Pancasila yang terbakar tiga tahun yang lalu telah dibangun kembali dengan desain baru yang berbeda dengan sebelumnya. “Desainnya mengadopsi arsitektur Majapahit sebagai ciri khas dan tema pembangunan Kota Mojokerto selama lima tahun dengan mengusung spirit of Majapahit,” katanya.

Lebih jauh dijelaskan, jumlah kios yang tersedia dari hasil pembangunan kembali pasar Benteng Pancasila pasca terbakar sebanyak 242 kios. Jumlah tersebut melebihi jumlah pedagang sebelum terjadi kebakaran. “Jumlah kios yang tersedia diisi oleh pedagang lama ditambah dengan pedagang yang baru,” tambahnya.

Pasar Benteng Pancasila ini adalah pasar yang keseluruhan transaksinya menggunakan digital baik transaksi digital maupun pemasaran digital. “Pemkot Mojokerto menyediakan aplikasi sebagai aglidator dalam menyediakan aplikasi bagi para pedagang untuk bertransaksi maupun membayar retribusi kepada pemerintah,” ujarnya.

Penggunaan tekhnologi informasi ini merpakan yang pertama kalinya digunakan secara masif oleh seluruh pedagangnya. “Sebelumya pasar Tanjung sudah ada sebagian pedagangnya menggunakan aplikasi yang disediakan pemerintah Kota Mojokerto. Penggunaan tekhnologi informasi seperti ini nantinya akan diikuti pasar-pasar lainnya,” imbuhnya.

Wali Kota menjelaskan, penggunaan tekhnologi informasi ini merupakan upaya dari Pemkot Mojokerto untuk mengendalikan virus corona dan juga mempercepat skema smart city di sektor ekonomi yang ada di masyarakat Kota Mojokerto. “Adanya pandemi Covid-19 ini hikmah yang bisa diambil justru mempercepat skema Kota Mojokerto menuju smart city yang sebelumya belum diagendakan,” katanya.yus