Inspektorat Gresik Dalami Dugaan TPT Bermasalah di Desa Jogodalu

622

Gresik (Harjatim) – Dugaan proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) bermasalah di Desa Jogodalu Kecamatan Benjeng bakal memasuki ‘babak baru’. Proyek senilai Rp 100 juta bersumber anggaran dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) APBD Pemkab Gresik tahun anggaran 2020 itu kini ‘masuk meja’ Inspektorat Gresik.

Sekretaris Inspektorat Gresik sekaligus Plt.Inspektur Pembantu Wilayah III, M. Kurniawan Eko Yulianto mengatakan terkait pengaduan TPT di Desa Jogodalu pihaknya bakal melakukan klarifikasi ke lokasi proyek.Namun dia memilih untuk mengkaji lebih dulu.

” Kita pelajari dulu. Menganalisa persoalan di lapangan seperti apa. Baru setelah itu kita akan menentukan tindakan yang akan dilakukan. Karena kita masih butuh bukti. Bukti yang kita lihat sendiri,” kata pria yang akrab disapa Wawan ini di kantornya, Senin (26/10).

Tentang tindakan kongkrit yang akan dilakukan Inspektorat dalam auditor menurut Wawan ada dua tipe rekomendasi yang akan dilakukan pertama perbaikan pekerjaan, kedua pengembalian kelebihan pembayaran.

” Kalau memungkinkan dilakukan perbaikan kita rekomendasikan perbaikan. Namun jika tidak memungkinkan dilakukan perbaikan kelebihan bayar yang tidak sesuai dengan pekerjaan kita rekomendasikan dikembalikan ke kas desa,” jelas Wawan.

Metode pemeriksaan menyangkut kuantitas yakni terkait fisik volume pekerjaan. Sementara jika mengenai kualitas atau mutu pekerjaan pihaknya mengaku mengandeng intansi yang memang ahli di bidangnya.

” Menyangkut kualitas pekerjaan kita biasanya kerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Selain itu biasanya kita juga pakai metode sampling. Metode ini karena keterbatasan waktu dan tenaga,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya proyek TPT senilai Rp 100 juta bersumber dana dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) itu diduga mengabaikan standar konstruksi. Sehingga mutu dan azas manfaat jangka panjang bangunan terancam tidak sesuai perencanaan.

Dugaan penyimpangan itu, diantaranya mulai item pengerjaan galian pondasi, lantai kerja hingga pasangan batu. (awe)