Gebyar Party DJ Cafe Prambanan Dibubarkan

82

Gresik (Harjatim) – ‘Nekat’ menggelar pesta musik ditengah pandemi Covid-19, gebyar party di Cafe Prambanan di Jalan Raya Kedungrukem Kecamatan Benjeng akhirnya dibubarkan aparat kepolisian setempat.

Setelah menyebabkan kemacetan panjang di Jalan Raya Kedungrukem. Pembubaran gelaran party live music yang menghadirkan DJ Tessa itu terpaksa dilakukan karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Meski Gresik statusnya sudah zona orange.

Jauh hari sebelum acara undangan sudah menyebar ke sejumlah kalangan, terutama anak muda. Tak ayal sebelum acara dibuka pukul 19.00 WIB, cafe yang berada di Jalan Raya Kedungrukem itu langsung dijubeli pengunjung. Saking banyaknya pengunjung yang datang hingga meluber di area depan cafe. Yang menyebabkan kemacetan di jalan raya penghubung Gresik-Lamongan-Mojokerto.

Berdasarkan dua video yang beredar di masyarakat dengan durasi masing-masing 29 detik serta 27 detik, terlihat ratusan muda-mudi serta seorang DJ tanpa mengenakan masker dan tidak menjaga jarak larut menikmati house music.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, acara live DJ music itu sudah dibubarkan karena mengindahkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. “Begitu mendapat laporan dari masyarakat acaranya langsung dibubarkan,” katanya, Senin (2/11/2020).

Lebih lanjut Arief menuturkan, dirinya juga memerintahkan Kapolsek Benjeng AKP Lukman Hadi turun ke lapangan guna membubarkan acara tersebut.

“ Kapolsek Benjeng sendiri yang memimpin pembubaran di dalam cafe agar semua pengunjung pulang ke rumah masing-masing,” tuturnya.

Sementara dalam video yang berdurasi 20 menit. Terlihat Kapolsek Benjeng AKP Lukman Hadi berdiri diatas panggung sambil memegang microphone. Dengan berpakaian dinas, Ia memerintahkan agar pengunjung cafe bubar.

“Ayo bubar semua sebelum kami mengambil tindakan tegas,” katanya.

Pembubaran live music menurut Lukman karena panitia pengelolah acara tidak bisa memenuhi protokol kesehatan.

” Sementara acara seperti ini (live music Red) dibubarkan. Karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Nunggu perkembangan lebih lanjut,” pungkasnya. (awe)