Jaringan Irigasi Waduk Tenggor Terancam Kegagalan Konstruksi

Pasangan LPC Rawan Roboh

237

Gresik (Harjatim) – Azas manfaat jangka panjang bangunan proyek rehabilitasi Jaringan Irigasi Waduk Tenggor di Kecamatan Balongpanggang “diprediksi” tak akan memenuhi umur perencanaan yang disyaratkan. Pasalnya, dalam pelaksanaan proyek dengan pagu anggaran senilai Rp 480.000.000,00 melalui APBD Pemkab Gresik Tahun Anggaran 2020 yang dilaksanakan CV. Karunia Agung dengan nilai kontrak senilai Rp 325.502.482,86 itu diduga terjadi pelemahan konstruksi. Sehingga berpotensi mengakibatkan kegagalan konstruksi.

Sumber setempat mengungkapkan dugaan pelemahan konstruksi dalam pelaksanaan saluran irigasi yang mengunakan konstruksi lining precast concerte (LPC) berukuran 80 Cm X 30 Cm X 50 Cm itu diantaranya meliputi pekerjaan pasangan LPC, pasir urug sebagai lantai kerja, galian tanah biasa pada saluran, item pekerjaan pembesian. Hingga kontraktor mengabaikan kelengkapan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) bagi para pekerjanya.

” Dugaan pelemahan konstruksi sudah terlihat diawal pelaksanaan pemasangan LPC. Cara pemasangan LPC terlihat digali rata-rata sekitar 15 centimeter. Bahkan ada yang tidak digali,” kata sumber sambil mewanti-wanti agar namanya tidak dipublikasikan.

Akibat item pekerjaan galian tidak maksimal lanjutnya LPC yang terpasang tidak ada penyangga tanah di kanan dan kiri pasangan LPC. ” Tahapan pekerjaan seperti ini bisa berpengaruh buruk terhadap umur teknis bangunan,” paparnya.

Tak hanya itu konstruksi existing awal yang direncanakan dengan aplikasi di lapangan waktu pengerjaan juga tidak sama.

” Kejadian seperti ini bisa jadi perencanaan yang kurang matang atau dalam pelaksanaan yang kurang memahami gambar kontrak,” pungkasnya.

Menanggapi ini Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUTR Kab.Gresik Sri Subaidah melalui Kasi SDA, Andik Wijaya mengungkapkan pelaksanaan pemasangan LPC pada jaringan irigasi Waduk Tenggor sudah sesuai desain awal.

” Sudah sesuai tidak ada redesign,” katanya singkat.

Disinggung mengenai dugaan penyimpangan pada sebagian item pekerjaan yang tidak sesuai kontrak. Menurut Andik pihaknya mengaku belum tau.

” Sementara kita tau perkembangan pekerjaan dari dokumentasi foto yang dikirim.Karena ada konsultan pengawasnya. Namun, kita akan cek ke lokasi proyek,” lanjutnya.

Sementara sebagai penahan LPC kanan dan kiri bakal diurug dengan tanah. ” Nanti akan diurug. Sebagai penahan pasangan LPC. Material urugan tanah didatangkan dari luar lokasi proyek,” tandas Andik.

Ia menjelaskan dalam pengerjaan proyek tersebut LPC yang akan dipasang berjumlah 778 buah. Batas akhir kontrak hingga bulan Desember mendatang. Namun disinggung mengenai progres pekerjaan, adendum maupun Contract Changer Order (CCO). Andik tidak bisa memberikan jawaban secara kongkrit.

” Nanti akan saya tanyakan ke konsultannya,”pungkasnya.

Pantauan harianjawatimur di lapangan pemasangan LPC masih belum selesai. Pengecoran sloof atas LPC terlihat belum rampung. Begitu juga dengan item pekerjaan lantai beton. LPC yang terpasang terlihat berkelok dan kanan maupun kiri pasangan LPC masih dibiarkan kosong. Nampak pekerja mengabaikan kelengkapan K3. (awe)