Proyek Diduga Menyimpang, Ini Penjelasan DPUTR

185

Gresik (Harjatim) – Dugaan penyimpangan proyek rehabilitasi Jaringan Irigasi Waduk Tenggor di Kecamatan Balong Panggang ditanggapi serius Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik. Diungkapkan Kadis PUTR Kab.Gresik, Gunawan Setijadi menurutnya jika terjadi persoalan lebih baik diselesaikan secepatnya. Ia lalu mengintruksikan tim Bidang Sumber Daya Air (SDA) untuk memonitoring ke lokasi pekerjaan.

” Monitoring dilakukan untuk memastikan dugaan kejanggalan proyek yang masih dalam proses pengerjaan. Kita tidak mau dibelakang nanti menimbulkan masalah,” kata Gunawan saat audiensi dengan media di kantornya, Kamis (12/11/20).

Dalam audiensi yang dihadiri Kabid Sumber Daya Air (SDA), Kasi SDA, pelaksana proyek dan konsultan pengawas serta perencana. Gunawan meminta awak media membeber semua persoalan dugaan penyimpangan item pekerjaan pada proyek yang dilaksanakan CV.Karunia Agung. Ia lalu menjelaskan satu per satu persoalan.

Diantaranya mulai item pekerjaan pasangan LPC, pasir urug sebagai lantai kerja, galian tanah biasa pada saluran, item pekerjaan pembesian. Hingga terkait kontraktor mengabaikan kelengkapan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) bagi para pekerjanya.

Menurut Gunawan sesuai kontrak, pembayaran termin pekerjaan pada paket pekerjaan ini berdasarkan prestasi pekerjaan yang sudah dikerjakan di lapangan.

” Jika nanti ada item pekerjaan yang terbukti tidak sesuai volume tidak akan dilakukan pembayaran. Kita hanya merekomendasikan pembayaran pekerjaan yang telah dilakukan penyedia jasa,” jelas Gunawan.

Sementara disinggung mengenai jika nanti dalam monitoring ke lapangan terbukti ada item pekerjaan yang tidak sesuai ketentuan. Bakal ada tindakan kongkrit.

” Jika item pekerjaan tidak sesuai ketentuan. Tindakan pertama bakal diperbaiki, kalau tidak bisa diperbaiki dilakukan pembongkaran,” lanjut Gunawan.

Pekerjaan jaringan irigasi Waduk Tenggor didesain minimal dapat bertahan kokoh selama 10 tahun. ” Sesuai regulasi yang ada. Kecuali jika ada bencana alam,” katanya.

Sementara Kabid SDA, Sri Subaidah menjelaskan pada pekerjaan paket tersebut pihaknya sama sekali belum melakukan pembayaran.
” Kontraktornya belum mengajukan penagihan termin pembayaran,” jelasnya.

Mengenai timbunan tanah disamping kanan dan kiri LPC lanjut Sri kontraktor bersedia melaksanakan tanpa meminta upah. Biaya timbunan tanah disamping kanan dan kiri LPC ditanggung kontraktor.

” Paket pekerjaan ini tidak ada adendum maupun CCO (Contract Changer Order Red),” paparnya.

Diberitakan sebelumnya azas manfaat jangka panjang bangunan proyek rehabilitasi Jaringan Irigasi Waduk Tenggor terancam tidak akan memenuhi umur perencanaan yang disyaratkan.

Pasalnya, dalam pelaksanaan proyek dengan pagu anggaran senilai Rp 480.000.000,00 bersumber anggaran melalui APBD Pemkab Gresik Tahun Anggaran 2020 yang dilaksanakan CV. Karunia Agung dengan nilai kontrak senilai Rp 325.502.482,86 itu diduga terjadi pelemahan konstruksi. Sehingga berpotensi mengakibatkan kegagalan konstruksi. (awe)