Dugaan Kejanggalan Proyek DPUTR Bakal Dilaporkan Aparat Hukum

159

Gresik (Harjatim) – Meski sudah dilakukan pemeriksaan ke lapangan oleh tim Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Bidang Sumber Daya Air (SDA) terkait dugaan kejanggalan item pekerjaan pada paket pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Waduk Tenggor di Kecamatan Balong Panggang. Persoalan itu masih dianggap belum tuntas.

Proyek yang digarap CV.Karunia Agung dengan nilai kontrak Rp 325.502.482,86 itu bakal dilaporkan kalangan penggiat anti korupsi ke aparat penegak hukum. Hal ini dilakukan untuk menguji lebih dalam lagi pelaksanaan proyek yang bersumber dari uang rakyat itu.
Diungkapkan Wahyudi BS dalam uji materi di lapangan yang sudah dilakukan dugaan kejanggalan masih dianggap belum diselesaikan.

” DPUTR terkesan melindungi rekanan. Padahal temuan yang kita sampaikan merupakan masukan agar pekerjaan lebih bermutu. Sehingga azas manfaat jangka panjang bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Terkait temuannya Ia memilih bakal melaporkan persoalan ini ke aparat penegak hukum. Sebagai upaya menggali kebenaran lebih dalam lagi.

” Kita tunggu sampai proses serah terima pekerjaan selesai. Setelahnya akan kita laporkan ke aparat penegak hukum,” lanjutnya.

Menurutnya urugan sirtu bawah pasangan LPC belum dilakukan pembuktian secara jelas. Sementara pada item pembesian memiliki hasil ukur yang berbeda. Antara hasil temuan kita dengan tim Bidang SDA.

” Semuanya terkesan ada toleransi. Seolah tidak ada suatu tindakan tegas dari DPUTR,” pungkasnya.

Sementara Kasi SDA, DPUTR Gresik, Andik Wijaya menyatakan hasil monitoring dilapangan dianggap sudah sesuai. Terkait item pekerjaan pembesian, timbunan kanan kiri pasangan LPC hingga urugan sirtu.

” Hasil monitoring sudah sesuai gambar rencana dan rab,” katanya, Jum’at (13/11/20).
Disinggung mengenai joint antar LPC yang tidak menyatu terikat jadi satu kesatuan pada lantai beton LPC.

Menurut Andik pihaknya mengintruksikan untuk dilakukan pengelasan. Dia menjamin kekuatan besi tidak berkurang dan tidak akan berpotensi korosif.

” Kontraktor mengaku kesulitan dalam pemasangan joint LPC. Akhirnya kita intruksikan untuk penyambungan besi supaya dilas,” lanjutnya.
Sementara terkait pekerjaan timbunan tanah di samping kanan dan kiri sebagai penyangga kekuatan pasangan LPC. Menurutnya sudah dikerjakan kontraktor.

” Pekerjaan ini tidak tercantum di rab. Kontraktor rela mengerjakan tanpa minta biaya tambahan,” pungkasnya.

Sementara Direktur CV. Karunia Agung, Nurul Hidayat melalui Edo mengaku progres pekerjaan sudah mencapai 93 persen. Batas akhir kontrak pekerjaan tanggal 8 Desember 2020.

” Sama sekali kita belum menagih termin pembayaran. Kita menunggu sampai pekerjaan tuntas 100 persen,” kata Edo via WhatsApp.

Terkait pekerjaan timbunan kanan dan kiri pasangan LPC meski tidak tercantum di rab. Dia mengaku mengerjakan demi kekuatan pasangan LPC.

” Harus bagaimana lagi. Jika tidak kita kerjakan kuatir LPC akan roboh,” tambahnya.

Pantauan harianjawatimur di lapangan terlihat excavator sedang membenahi saluran dan melakukan pekerjaan timbunan tanah di samping pasangan LPC. Pengecoran sloof, bangunan terjun dan plat beton layanan terlihat belum selesai. Nampak terlihat beberapa pasangan LPC dibawahnya masih tanpa urugan sirtu. Jaringan irigasi berupa pasangan LPC yang sudah terbangun terlihat berkelok, tidak sama dengan gambar perencanaan. (awe)