Reses Hidayat, Petani Keluhkan Waduk Tak Fungsi

40

Mojokerto (harjatim) – Petani di wilayah Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto mengeluhkan waduk irigasi di wilayah Pacet yang tidak berfungsi. Padahal waduk-waduk tersebut sangat dibutuhkan oleh petani untuk mengairi sawahnya.

Keluhan tersebut disampaikan kepada Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Gerindra, H Hidayat S.Ag, M,Si tatkala menggelar reses ke 3 tahun 2020 di kantor Desa Pandan Arum, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (16/11/2020) sore. Acara tersebut dihadiri sekitar 100 konstituen.

“Saya juga petani,” ujar Rohman, warga Dusun Pandan Arum, Desa Pandan Arum, Kecamata Pacet, Kabupaten Mojokerto memperkenalkan diri ketika diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya.

Menurut Rohman, di wilayah Kecamatan Pacet ada beberapa waduk tapi banyak wadukwaduk yang tidak berfungsi. Padahal waduk tersebut sangat dibutuhkan oleh para petani untuk dapat mengairi sawahnya, utamanya petani Pandan Arum. “Waduk menyangkut hajat hidup orang, terutama petani,” katanya.

Rohman berpendapat, waduk merupakan aset negara yang seyogyanya dijaga, dipelihara, dan dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat terutama petani. “Untuk itu saya mohon sesegera mungkin waduk-waduk ini, terutama di wilayah Pacet, difungsikan kembali,” pintanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Hidayat mengatakan, Indonesia merupakan negara agraris maka sektor utama yang harus digerakkan adalah pertanian. Prabowo Subiyanto sebagai Ketum Partai Gerindra diberi mandat sebagai menteri pertahanan. “Selain ngurusi ketahanan nasional, juga ngurusi ketahanan pangan,” imbuhnya.

Untuk itu, lanjut anggota Komisi D ini, 15 anggota DPRD Provinsi Jawa Timur diperintahkan oleh Ketum untuk fokus pada pertanian. “Saya kemarin reses di daerah utara diminta beberapa sumur bor, kita upayakan. Khusus untuk waduk-waduk, nanti kita lihat dan pelajari. Kalau memang ternyata waduk menjadi sumber masalah pertanian, nanti kita atasi,” tegasnya.yus