Banser Tegaskan Siap Bantu TNI/Polri lawan Teroris

48

 

Surabaya,(harjatim) – Tindak kekerasan yang menewaskan empat orang di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (27/11/2020) yang diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) membuat Gerakan Pemuda (GP) Ansor sangat prihatin

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyebut, para pelaku ini tak lebih sebagai “pencoleng agama”.

“Mereka menggunakan dasar agama, namun perbuatannya justru tak mencerminkan sedikit pun ajaran agama,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Minggu malam.

“Kepada kelompok yang mengatasnamakan Islam untuk menbunuh saudara kita, saya minta hentikan perilaku kalian atau akan berhadapan dengan kader Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna),” tegas Gus Yaqut, panggilan akrabnya menambahkan.

Ia menyatakan, Ansor dan Banser tidak akan pernah mundur dan surut sedikit pun melawan kelompok-kelompok teroris seperti di Sigi, sebab pihaknya meyakini bahwa bangsa Indonesia ini berdiri tegak karena atas kontribusi berbagai suku, agama, kelompok dan lain sebagainya.

“Atas dasar itu, upaya pemaksaan suatu kelompok atas kelompok tertentu sangat tidak bisa dinenarkan. Tidak boleh ada kesewenang-wenangan,” katanya.

Dia menyatakan, kader Banser yang jumlahnya mencapai 7 juta orang siap bersama aparat TNI dan Polri menumpas gerakan-gerakan teroris tersebut.

Aksi para teroris itu harus dihentikan karena sangat bertentangan dengan semangat persatuan sebagaimana yang dipegang teguh para pendiri bangsa Indonesia.

“Perbedaan yang ada nyatanya berbuah persatuan. Untuk itu kita harus bisa meletakkan Indonesia yang berdiri di atas keragamaan,” kata Gus Yaqut. (an/wan)