Mensos Juliari Siap Mengundurkan Diri Sebagai Menteri Sosial

83

Jakarta(Harjatim)-Setelah KPK resmi menetapkan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (JPB), dirinya menyatakan segera mengundurkan diri sebagai menteri sosial di cabinet. JPB ditahan terkait kasus korupsi berupa penerimaan sesuatu oleh penyelenggara negara di Kementerian Sosial terkait bantuan sosial untuk wilayah Jabodetabek 2020.
“Ya, nanti saya buat surat pengunduran diri,” ujarnya di Gedung KPK, Jakarta, Minggu, sebelum memasuki mobil tahanan KPK. Batubara yang mengenakan rompi jingga tahanan KPK itu mengatakan akan mengikuti proses hukum yang sedang dihadapinya saat ini. “Saya ikuti dulu prosesnya ya. Mohon doanya teman-teman,”ujarnya.
KPK menahan JPB bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Sosial, Adi Wahyono (AW), selama 20 hari pertama sejak 6 Desember 2020 sampai 25 Desember 2020.
JPB ditahan di Rumah Tahanan Cabang KPK di Markas Komando Detasemen Polisi Militer Kodam Jaya, di kawasan Guntur, Jakarta. Sementara tersangka Wahyono ditahan di Rumah Tahanan Polres Jakarta Pusat.
JPB ditetapkan sebagai tersangka penerima suap bersama dua PPK di Kementerian Sosial, Matheus Joko Santoso (MJS) dan Wahyono. Sedangkan pemberi suap, yakni dua orang dari swasta Ardian I M (AIM) dan Harry Sidabuke (HS). Tiga tersangka lain telah ditahan terlebih dahulu terhitung sejak 5 Desember 2020 sampai 24 Desember 2020.
Santoso ditahan Rumah Tahanan Cabang KPK di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Ardian di Markas Komando Detasemen Polisi Militer Kodam Jaya, dan Harry di Rumah Tahanan Cabang KPK di Gedung ACLC.
KPK menduga JPB menerima suap senilai Rp17 miliar dari komisi pengadaan bantuan sosial sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Jabodetabek.”Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS kepada JPB  melalui AW dengan nilai sekitar Rp8,2 miliar,” kata Ketua KPK, Firli Bahuri, saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu dini hari.
Pemberian uang itu selanjutnya dikelola Eko dan Shelvy N orang kepercayaan JPB untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi dia.”Untuk periode kedua pelaksanaan paket bantuan sosial sembako, terkumpul uang fee dari Oktober 2020 sampai Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan JPB,” kata Bahuri.Sehingga total suap yang diduga diterima Batubara adalah senilai Rp17 miliar.ko