Tingkatkan Kinerja, Perkara Korupsi Lanjut

Dugaan Korupsi Desa Dooro dan Kantor Kecamatan Duduksampeyan Tunggu Hasil Audit

14

Gresik(Harjatim) – Kejaksaan Negeri Gresik merilis capaian kinerja selama Januari hingga Desember 2020 meliputi bidang seksi Intelijen, Pidana Khusus, Pidana Umum, Perdata dan Tata Usaha Negara, Pengelolaan Barang Bukti, dan Barang Rampasan.

Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Heru Winoto mengatakan beberapa kegiatan sempat tersendat karena pandemi Covid-19, Pilkada serentak, dan rehab total gedung Kejari setempat.

“Sebenarnya tetap kita lakukan namun agak diperlambat karena adanya Pilkada dan pandemi Covid-19. Sementara mendapatkan predikat WBK atau Wilayah Bebas Korupsi dari Kementerian PAN dan RB. Insya Allah tahun 2021 kami dapat predikat itu. Kantor yang telah memenuhi syarat juga bantuan dari teman-teman media,” kata Heru, Selasa, (29/12/20).

Pihaknya berjanji tidak ada perkara yang ditangani Kejaksaan Negeri Gresik saat ini yang dihentikan, hanya saja tersendat karena beberapa hal pertimbangan. Bahkan peningkatan kinerja akan dilakukan pada tahun 2021.

“Dua perkara dugaan korupsi di Kecamatan Duduksampeyan dan Desa Dooro, Kecamatan Cerme masih menunggu hasil audit dari inspektorat,”kata Heru didampingi semua kepala seksinya, yakni Kasi Pidsus, Intel, Pidum, Datun dan Pengelolaan Barang bukti dan Barang Rampasan.

Pihaknya, tambahnya, telah berkoordinasi secara intens dengan inspektorat Pemkab Gresik untuk secepatnya merampungkan hasil auditnya. “Semoga di awal tahun 2021 audit inspektorat bisa selesai,”harapnya.

Sementara itu, kinerja Kejari Gresik 2020 tergolong moncer. Sejumlah perkara yang ditangani bisa kelar. Meski sempat melambat karena beberapa faktor. Diantaranya, perhelatan Pilbup Gresik, Wabah Covid-19 dan pembangunan gedung baru, Kejari Gresik.

“Sebenarnya tetap kita lakukan namun agak diperlambat karena adanya pilkada dan juga pandmei Covid-19. Sementara mendapatkan predikat WBK atau Wilayah Bebas Korupsi dari Kementerian PAN dan RB, Insyaallah tahun 2021 kami dapat predikat itu. Kantor yang telah memenuhi syarat juga bantuan dari teman-teman media,”jelas Heru.

Heru lantas menguraikan capaian kinerja Seksi Intelijen, telah melakukan Sprint Penyelidikan sebanyak enam kegiatan, kemudian Jaksa Masuk Desa dan Menyapa Desa, masing-masing empat kali.

Selanjutnya Kegiatan PAKEM sekali, dan Pelacakan Aset sebanyak satu kegiatan.

“Untuk enam penyelidikan progresnya baru 2021, semuanya perkara baru dan bukan dari Pidsus maupun Pidum. Kalau sudah penyidikan akan kaki sampaikan,”kata Kajari Heru .

Kemudian Seksi Tindak Pidana Umum, telah melakukan kegiatan berupa berkas Tilang sebanyak 24.583 perkara, SPDP 6l perkara, Penuntutan 422 perkara, Eksekusi 592 perkara. “PNBP hasil perkara Pidana Umum sebesar Rp 2.577.433.260,”jelasnya.

Masih kata Heru, selanjutnya Seksi Pidana Khusus telah melakukan kegiatan berupa penyelidikan sebanyak tiga kegiatan, penyidikan tiga kegiatan, Pra Penuntutan satu kegiatan kemudian Penuntutan sebanyak dua kegiatan.

Untuk perkara korupsi yang telah inkrah, tambahnya, tiga terpidana mengembalikan uang negara.

“Jumlah uang pengebalian disetor terpidana Mukhtar (OTT BPPKAD), dr.Nurul Dholam (korupsi Dinkes Gresik) Ely Sundary (korupsi penadaan barang dan jasa Dispendik Gresik) dan terpidana Mashuriyanto perkara korupsi lain,”terang Kasi Pidsus Kejari Gresik, Dymas Adji Wibowo. (awe)