Pengembangan Pompa Air Berbahan Gas LPG untuk Petani

Program KKN UNTAG Surabaya  

30

Surabaya(Harjatim)-Pandemi COVID-19 bukan menjadi halangan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG) untuk tidak mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program KKN berjudul Pengembangan Pompa Air Berbahan Gas LPG untuk Kelompok Tani Kampung Tangguh memiliki format berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya KKN dilakukan secara berkelompok, pada pelaksanaan KKN UNTAG Covid-19 ini dilakukan secara individu di tempat tinggal masing-masing mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, peserta KKN COVID-19 tetap harus mematuhi protokol-protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Salah satu peserta KKN Covid-19 bernama Tonita Zanuar Adi Pratama mahasiswa Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan KKN yakni Faradillah Saves, ST, MT. melaksanakan berbagai program kerja dalam rangka pelaksanaan KKN di Desa Brambang RT 003 RW 003Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.

“Perkembangan pertanian pada massa pandemi saat ini sangatlah memprihatinkan karena merugikan bagi para petani, ini mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat serta sulitnya distribusi hasil pertanian dan biaya perawatan yang melambung tinggi tidak sesuai dengan laba yang didapat para petani,” kata Tonita Zanuar, kemarin.

 

Kali ini Program KKN bertujuan untuk mengangkat perekonomian di tengah pandemic corona dengan cara memberikan inovasi tentang penggunaan bahan bakar LPG yang di nilai lebih irit di banding dengan bensin sehingga dapat meringankan beban para petani. Selain pemodifikasian pompa air, mahasiswa peserta KKN tersebut juga memberikan buku panduan yang berisi cara untuk modifikasi pompa air yang awalnya bensin menjadi LPG serta cara perawatan pompa air yang baik dan benar

Berbagai macam program kerja tersebut, diharapkan para petani dapat bertahan dikala pandemi dan membantu menghemat pengeluaran para petani. Program KKN UNTAG ini merupakan bentuk dukungan UNTAG kepada Pemerintah Indonesia untuk membantu menstabilkan perekonomian di kala pandemi COVID-19.ono