Usai Ditetapkan Gus Yani Ajak Pasangan QA Kolaborasi

Janji Tuntaskan Persoalan Kali Lamong

131

Gresik (Harjatim) – Ketua KPU Gresik Akhmad Roni memimpin rapat pleno terbuka dengan agenda penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilbup Gresik 2020.

Dalam acara yang digelar di Hotel Aston, Jumat (22/1/21), Roni membacakan Keputusan KPU Gresik No: 02/HK.03.1-KPt/3525/KPU-Kab/1/2021, tentang penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gresik 2020.

Berdasarkan Surat Dinas KPU RI No 60/PL.027-SD/03/KPU/1/2021, perihal penetapan memutuskan, Paslon Nomor 2 Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah sebagai Paslon terpilih dengan perolehan sebanyak 369.844 suara atau 50,98 persen.

Ia menyatakan, penetapan tersebut setelah KPU Gresik menerima Buku Registrasi Perkara Konstutusi (BRPK) Mahkamah Konstitusi (MK) lewat KPU RI.

Pelaksanaan tahapan Pilbup Gresik 2020 dimulai Januari 2020 berjalan dengan baik. “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi atas suksesnya Pilkada Gresik 2020,”ujarnya.

Dia juga mengapresiasi kehadiran dua paslon pada rapat pleno penetapan. “Mungkin hanya di Gresik semua paslon hadir saat penetapan. Kami sangat mengapresiasi,”katanya.

Selanjutnya Ia memberikan kesempatan paslon untuk memberikan sambutan. Paslon QA mendapatkan giliran pertama. Qosim didampingi Alif mengucapkan selamat atas ditetapkannya Gus Yani-Bu Min sebagai Paslon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih hasil Pilbup Gresik 2020.

“Saya ucapkan selamat atas ditetapkannya Mas Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Saya ucapan selamat Gus Yani – Bu Min yang telah mendapatkan amanat masyarakat Gresik. Niat telah dipilih Allah SWT memimpin 1,35 juta masyarakat Gresik,”imbuhnya.

Qosim yang juga Wabup Gresik meminta kepada seluruh undangan untuk mendoakan Bupati Gresik Sambari Halim Rudianto yang masih menjalani isolasi karena terpapar coronavirus disease 2019 (Covid-19).

“Saya mengajak semua masyarakat mendoakan Pak Bupati Sambari yang tengah isolasi,”kata Qosim. Dia juga berterima kasih kepada para tim relawan QA atas perjuangannya. “Mudah-mudahan dibalas oleh Allah. Saya minta maaf jika ada salah,” katanya.

Qosim melanjutkan Pilbup Gresik 2020 sudah selasai. Sudah tak ada Paslon QA dan Niat, yang ada hanya warga Gresik untk kebaikan Kabupaten Gresik.

“Saya mengimbau kepada semua pendukung QA untuk doa restunya terhadap Gus Yani – Bu Min. Itu perintah agama, taat kepada pemimpin,” pintanya. “Saya ucapkan selamat bekerja,”imbuhnya.

Sementara itu pasangan bupati dan wabup terpilih, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah berharap Gresik semakin berkah dilindungi dan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.

“Mudah-mudahan kemenangan pilkada merupakan kehendak Allah, bukan keinginan kami berdua,” ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani itu.
“Setelah pilkada, tak ada nomor 1 dan 2. Yang ada sila ketiga, Persatuan Indonesia,”katanya berdiplomatis.

Mantan Ketua DPRD Gresik ini menambahkan, dalam memimpin Gresik Baru, butuh kolaborasi. Sebab, menurutnya tantangan lebih besar. “Ke depan hanya kolaborasi untuk mewujudkan Gresik Baru. Kami mengajak Pak Qosim – Alif untuk sama-sama bareng berkolaborasi untuk perubahan Gresik Baru,”tutup Gus Yani.

Janji Tuntaskan Persoalan Kali Lamong

– Sebelumnya Gus Yani menegaskan akan langsung tancap gas untuk mewujudkan visi dan misi yang diusung. Yaitu, Nawa Karsa yang merupakan sembilan program prioritas. Dari APBD 2021, ada beberapa program yang sesuai dengan Nawa Karsa.

“Ada beberapa yang sudah sesuai dengan program kita seperti penanganan banjir luapan Kali Lamong. Maka akan kita percepat pelaksanaannya,” ujarnya.

Penanganan yang paling penting adalah mengatasi banjir. Di sepanjang aliran akan diprioritaskan mana saja yang akan dikerjakan terlebih dahulu untuk menangani banjir yang terjadi di wilayah Gresik selatan.

Selain itu, Gus Yani juga meminta masyarakat bersabar jika program Nawa Karsa belum bisa direalisasikan sepenuhnya usai dilantik. Sebab, dalam APBD tahun 2021 sebagian besar masih program Sambari-Qosim (SQ) yang masuk di R-APBD tahun 2021. Oleh karena itu, Gus Yani baru bisa merealisasi program nawa karsa secara keseluruhan saat P-APBD 2021 nanti.

“ Sementara ini hanya yang benar-benar prioritas baru bisa kita laksanakan karena nawa karsa sudah terwakili beberapa di R-APBD 2021 kemarin. Selanjutnya, tunggu sampai pembahasan rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Perubahan APBD tahun Anggaran 2021 dan Kebijakan Umum Anggaran Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun 2022 untuk bisa merealisasi nawa karsa secara keseluruhan,”jelasnya.

Sementara Aminatun Habibah, mengaku jika antusiasme masyarakat terhadap perubahan sangat besar. Karena itu harapan masyarakat yang sangat tinggi ini menjadi catatan bagi Gus Yani dan Bu Min untuk menghadirkan kerja pemerintah yang cepat, melaksanakan program Nawa Karsa. Dalam 100 hari kerja misalnya, segera dilakukan perbaikan distribusi air bersih. Agar tidak ada lagi, permasalahan air yang ‘byarpet’ terutama di perkotaan.

“Perbaikan pelayanan PDAM segera kami realisasikan, karena kebutuhan masyarakat terhadap air bersih masih byarpet. Apa yang menjadi kesulitan selama ini, terutama di wilayah kota akan kita perbaiki dalam 100 hari kerja,”ungkapnya.

Ia menambahkan sektor pemulihan ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah pihaknya juga akan melakukan stimulus di sektor UMKM terutama untuk pelaku usaha kalangan perempuan. Sebab, hingga saat ini sektor UMKM masih terdampak covid-19 dan belum sepenuhnya income dari home industri mereka pulih. Apalagi saat ini juga diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Selain ada bantuan modal, pelaku usaha atau UMKM akan kami dampingi dari kualitas produknya sampai pemsarannya. Karena ekonomi di sektor UMKM saat ini masih belum benar-benar pulih dampak dari Covid-19,”tutupnya.(awe)