Hari Pertama Bertugas, Bupati Ikhfina Pimpin Apel, Serukan Tidak Korupsi

39

Mojokerto (harjatim) – Hari pertama masuk keeja, Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Pilkada Kabupaten Mojokerto tahun 2020, dr Ikfina Rahmawati dan Muhammad Al Barra memimpin apel di halaman komplek kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, Jalan A Yani, Senin (1/3/2021).

Apel dengan pembina Plt. Sekda Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yaqin diikuti oleh karyawan dan karyawati yang ngantor di komplek kantor Pemkab Mojokerto. Pada kesempatan tersebut, Bupati Ikfina secara tegas menyerukan agar karyawan dan karyawati di lingkup Pemkab Mojokerto tidak melakukan korupsi dan gratifikasi.

“Saya di sini tidak lepas sebagai istri mantan bupati Mojokerto. Setidaknya saya mohon kepada semuanya, apa yang terjadi pada suami saya, jangan sampai terjadi pada karyawan dan karyawati Pemkab Mojokerto. Cukup suami saya saja yang menjalani hidup di tahanan, cukup saya saja yang merasakan suaminya ditahan, dan cukup anak-anak saya saja yang merasakan ayahnya ditahan,” tandas Ikfina dalam sambutannya.

Sebagaimana diketahui, Ikfina merupakan istri mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) yang dijebloskan KPK ke tahanan karena tersandung korupsi dan gratifikasi. MKP menjabat Bupati Mojokerto selama dua periode, periode 2010 – 2015 dan 2015 – 2020.

Ikfina meminta agar karyawan dan karyawati Pemkab Mojokerto memahami aturan dan melakukan sesuatunya sesuai prosedur. “Saya tidak akan meminta dan menerima uang gratifikasi dan suap. Jadi siapa pun orang yang mengatasnamakan saya, jika meminta uang kepada anda semua dalam urusan pemerintahan, itu tidak benar,” tegasnya.

Untuk mendukung kinerja Kabupaten Mojokerto yang akuntabel, efektif, dan efisien maka posisi jabatan ASN akan dilakukan secara objektif sesua dengan kinerja, kemampuan, dan background pendidikan masing-masing. “Tanpa uang. Hati-hati, penerima dan pemberi bisa dikenakan pasal,” katanya.
I

kfina bersama Gus Bara (sapaan akrab Muhammad Al Barra) menargetkan birokrasibirokrasi di Pemkab Mojokerto pada tahun 2024 nanti sebagai birokrasi berkelas dunia.

Untuk mencapai target tersebut, lanjutnya, kata kuncinya yang pertama, pelayanan yang berkualitas. Yakni pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berkualitas. Yang ke dua, birokrasi yang akuntabel, efektif, dan efisien. “Maka dari itu kita secara bersama-sama harus berkerja keras dan cerdas,” imbuhnya.

Sedangkan Gus Bara yang mendapat kesempatan pertama memberikan sambutan mengatakan, saat ini semuanya tengah menghadapi pandemi Covid – 19 yang mengakibatkan perekonomian terpuruk. “Untuk mengembalikan keterpurukan tersebut akan kita bangkitkan melalui pariwisata dan UMKM,” katanya.yus