Pemkot Mojokerto Pantau Kesehatan Warga Melalui ‘Home Care’

29

Mojokerto (harjatim) – Pemkot Mojokerto sangat peduli terhadap kesehatan warga. Berbagai program di bidang kesehatan telah di luncurkan Pemkot Mojokerto. Yang terbaru, Pemkot meluncurkan program ‘Home Care’.

Untuk mengetahui secara langsung pelaksanaan layanan ‘Home Care’, Rabu (3/3/2021) Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes dan PP KB) Kota Mojokerto drg. Maria Poeriani Soekowardani meninjau layanan Home Care di Lingkungan Randegan Kelurahan Kedundung Kecamatan Magersari Kota Mojokerto.

Setibanya di Lokasi Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto disambut oleh Kader Motivator, Health Care Community Indonesia, Perangkat Kelurahan dan warga setempat. Dalam kesempatan tersebut Ning Ita turut berbincang-bincang serta mendengarkan secara langsung aspirasi warga yang ditemui. Warga pun merasa gembira bisa berbincang-bincang dengan Wali Kota.

“Untuk tahun 2021 ini, kami memberikan peningkatan layanan kesehatan kepada warga melalui Home Care. Layanan ini kami lakukan secara berkala di setiap rumah pada seluruh kelurahan yang ada di Kota Mojokerto. “ ujar Wali Kota.

Ia menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Mojokerto telah menyiapkan 54 orang tenaga pendamping, dengan tiga orang pendamping untuk setiap kelurahan.

“Tenaga pendamping akan turun ke rumah-rumah secara berkala untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada tiga hal. Yang pertama adalah pengecekan tensi darah. Kemudian, gula darah dan yang ketiga adalah kolesterol,” kata Ning Ita.

Ning Ita menambahkan bahwa dengan pengecekan awal ini, kondisi masyarakat akan terpantau secara dini sehingga apabila diperlukan pengobatan dapat segera ditindak lanjuti.

“Apabila perlu dilakukan jemput bola, akan diturunkan ambulans untuk melakukan penjemputan. Selain itu, juga akan ditindaklanjuti dengan pelayanan di puskesmas atau di rumah sakit rujukan sesuai dengan kondisi kesehatan masyarakat tersebut,” tukasnya.

Dengan adanya pemantauan kesehatan secara dini, Ning Ita menyampaikan akan ada basis data terkait penyakit tidak menular dan bisa meningkatkan capaian standar pelayanan minimal (SPM).yus