Antisipasi Bencana, Situbondo alokasikan Rp1,1 miliar untuk Pembangunan Bronjong

41

Situbondo, (harjatim) –  Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada tahun anggaran 2021 mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,1 miliar untuk pembangunan bronjong sebagai upaya mengatasi permasalahan longsor yang disebabkan pergeseran tanah maupun erosi gerusan air.

Hal ini disampaikan Bupati Situbondo Karna Suswandi saat meninjau erosi akibat gerusan air di Sungai Dheluang, Desa Ketah, Kecamata Suboh, Kabupaten Situbondo, Minggu.7/3

“Ini harus segera dibangun bronjong, karena jika tidak, akan menjadi bencana tahunan ketika musim hujan tiba dan debit air sungai meningkat,” kata Bung Karna (sapaan akrabnya) kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat.

Di hadapan warga yang tinggal di bantaran Sungai Dheluang, Bung Karna berjanji untuk segera membangun bronjong dengan menggunakan anggaran tak terduga.

Bupati mengatakan pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat akan segera membangun bronjong sepanjang 150 meter dengan ketinggian 4,5 meter di Sungai Dheluang itu.

“Kami menyediakan anggaran sekitar Rp1,1 miliar untuk pembangunan bronjong. Insya-Allah segera dibangun agar masyarakat yang tinggal di bantaran sungai inj nyenyak tidur sekalipun hujan turun,” ucapnya.

Sungai Dheluang merupakan muara dari empat sungai yang berhulu di Gunung Argopuro. Sungai ini akan naik debit airnya ketika musim hujan tiba dan mengancam permukiman warga yang tinggal di bantaran sungai.

Data diperoleh, tercatat ada puluhan rumah warga di bantaran sungai yang saat ini mulai retak. Jika tidak segera dibangun bronjong, rumah warga di bantaran sungai tersebut mempunyai nasib yang sama dengan rumah warga yang beberapa hari sebelumnya ambrol akibat gerusan arus sungai.

Salah seorang warga setempat, Mursidi, mengaku selalu khawatir saat musim hujan tiba, karena debit air sungai meningkat dan menggerus rumah warga.

“Karena itu, kami berharap secepatnya pemerintah daerah untuk membangun bronjong. Saat hujan turun, warga di sini tak bisa tidur pada malam hari,” tuturnya.(wan/aN)