Galon Guna Ulang Berbahaya untuk Bayi, ASRIM sebut Hoaks

31
Pekerja memindahkan air minum dalam kemasan (AMDK) ke kendaraan di pabik air mineral kawasan Kalibata, Jakarta, Kamis (22/8/2019). Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) menargetkan pertumbuhan bisnis AMDK pada tahun ini bisa mencapai 10 persen atau lebih dari 30 miliar liter air. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp.


Surabaya, (harjatim) – Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) menyesalkan informasi-informasi mengenai Bisfenol A (BPA) dalam galon guna ulang disebut berbahaya untuk kesehatan bayi.

“Isu itu tidak benar alias hoaks. BPOM bahkan telah secara tegas menyatakan keamanan produk AMDK galon guna ulang sehingga sangat tidak relevan kalau ada yang menyebutkan tidak aman,” ujar Ketua ASRIM Triyono Pridjosoesilo dalam keterangan pers yang diterima di Surabaya, Senin.15/3

Pihaknya dengan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) dan Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN) sepakat mendukung pemerintah, dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut.

Tidak hanya BPOM, kata dia, Kemenperin juga telah menyampaikan bahwa produk galon guna ulang yang beredar sudah memenuhi standar SNI berlaku sehingga sudah dipastikan keamanannya sebagai kemasan produk minuman.

“Karenanya, kami sejalan dengan GAPMMI dan ASPADIN terkait hal ini dan mendorong agar informasi yang benar dapat terus disuarakan agar konsumen tidak menjadi salah paham,” ucap dia.

Sebelumnya, GAPMMI dan ASPADIN menegaskan mendukung tindakan tegas pemerintah untuk melindungi industri makanan dan minuman dari serangan informasi yang menyesatkan.

Pihaknya juga mengapresiasi langkah BPOM yang sudah mengundang rapat asosiasi GAPMMI dan ASPADIN pada 8 Maret 2021, untuk menyampaikan langkah-langkah yang sudah dan akan dilakukan oleh BPOM guna menghentikan isu tersebut. (an/wan)