Operasi Pekat 2021, Polresta Mojokerto Ungkap 16 Kasus

30

Mojokerto (harjatim) – Polresta Mojokerto dan polsek jajaran berhasil mengungkap 16 kasus dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Semeru 2021. Padahal dalam operasi Pekat yang digelar mulai 22 Maret sampai 2 April 2021, Polresta Mojokerto hanya memasang tujuh target.

“Dari target operasi yang ditentukan sebanyak 7 target, alhamdulillah semuanya bisa terungkap dan ternyata surplus. Dari 7 target yang ditentukan ternyata menghasilkan 16 kasus dengan jumlah tersangka 18 orang,” ungkap Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi, Jumat (9/4/2021).

Dari 16 kasus tersebut terdapat satu kasus prostitusi dan perjudian sebanyak 12 kasus, baik judi togel, kartu remi maupun kartu lintrik. Selain itu, kasus premanisme sebanyak dua kasus dan kasus senjata api satu kasus. Kasus senjata api, barang bukti diamankan dari F warga Pasuruan.

Dari kasus prostitusi diamankan barang bukti berupa sprei kasur warna putih, sarung bantal, dan satu buah handuk. Tersangka dilakukan penangkapan di salah satu hotel di Kota Mojokerto dengan modus menjual istrinya dengan tarif Rp1,5 juta.

Saat dilakukan penggerebekan oleh Satreskrim diperoleh uang tunai senilai Rp1 juta, KTP, satu bungkus kapsul obat kuat merk extrafit. “Tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP,” tandasnya.

Sedang dari kasus perjudian diperoleh barang bukti yang berhasil disita berupa uang tunai senilai Rp 2.003.000, enam unit Handphone (HP), enam set kartu alat bermain judi, dua buah kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), dan rekapan judi toto gelap (togel).

Sementara itu, dari kasus premanisme sebanyak dua kasus dengan modus penjambretan. Barang bukti yang berhasil disita, perhiasan seberat 15,6 gram dan satu unit HP merk Oppo. “Tersangka dikenakan Pasal 365 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun,” tambahnya.

Terkait kasus senjata api, tersangka hendak melakukan aksi curanmor di wilayah hukum Polresta Mojokerto. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa senjata api dan kunci leter T. “Tersangka dijerat Pasal 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya 20 tahun,” pungkasnya.yus