Prilaku SLY Coreng Dinsos Gresik, Bakal Dipanggil BKD

"WIL SLY Kabarnya Tak Hanya Pengusaha LS", Sejumlah Sanksi Mengancam

160

Gresik ( Harjatim)- Prilaku SLY dianggap mencoreng nama Dinas Sosial (Dinsos) Gresik. Seorang aparatur sipil negara (ASN) golongan III/D berpangkat Penata Tk.1 pegawai di Dinsos Gresik itu “dikenal buaya darat”, jago bermain asmara. Kabarnya tak hanya pengusaha LS yang selama ini memadu kasih sambil menjalankan ‘bisnis’ penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Deretan wanita idaman lain (WIL) disekeliling SLY yang dikabarkan pernah menjalin “hubungan” bermunculan.

Informasi yang berhasil dihimpun deretan WIL itu diantaranya WF status janda, DW status janda dan AZ status bersuami. Namun, nama inisial terakhir dikabarkan sudah putus hubungan. Semenjak suami AZ memergoki hubungan ‘terlarangnya’ dengan SLY.

Menanggapi ini Kadinsos Gresik, Sentot Supriyohadi mengaku sudah memanggil SLY untuk melakukan klarifikasi terkait kabar yang berhembus.

” Sudah tak panggil. Soal dengan SLY yang bersangkutan mengakui,” kata Sentot di kantornya.
Disinggung mengenai prilaku SLY. Sentot menganggap mencoreng intitusi Dinsos Gresik.

” Ya jelas mencoreng lha. Mangkanya saya suruh menyelesaikan persoalan secepatnya. Jangan sampai persoalan ini berimbas kepada pekerjaan,” lanjutnya.

Namun dia mengaku tidak mau terlibat terlalu dalam.

” Itu urusan pribadinya. Saya hanya menengahi. Dikembalikan kepada yang bersangkutan (SLY red),” pungkasnya.

Sementara menanggapi ini Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Gresik, Nadlif menyatakan bakal memanggil SLY untuk dimintai keterangan.

” Segera akan kita koordinasikan dengan Dinsos untuk pemanggilan SLY. Pemanggilan itu untuk mengklarifikasi kabar yang berhembus. Mestinya Dinsos membuat surat terkait persoalan itu (SLY red),” ujar Nadlif di kantornya.

Nadlif menjelaskan pemanggilan ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jika nanti terbukti sejumlah sanksi mengancam. Diantaranya mulai penurunan pangkat, dibebaskan dari pekerjaanya (non job) hingga pindah tugas.

” Kalau sanksi sampai pemecatan pada kasus seperti ini jarang terjadi,” jelasnya.

Pihaknya sesuai tupoksi akan memanggil yang bersangkutan. Kemudian keterangan hasil pemanggilan bakal diserahkan ke Inspektorat untuk tindak lanjut termasuk sanksi yang akan diterapkan. Setelahnya dikoordinasikan dengan Bupati. Kemudian hasilnya diserahkan ke BKD.

” Tidak menutup kemungkinan keluarga yang bersangkutan, istri SLY juga akan kita mintai keterangan terkait persoalan tersebut,” lanjutnya.

Ia menyatakan bakal segera menuntaskan persoalan ini.
” Biar tidak jadi isu yang tidak sedap di lingkungan Pemkab Gresik. Tunggu hasilnya, nanti kita kabari,” pungkas Nadlif.

Diberitakan sebelumnya kasak kusuk “hubungan asmara” pegawai di Dinsos Kabupaten Gresik berinisial SLY dengan pengusaha penggilingan padi berinisial LS (38) kian santer. Kabar yang berhembus hubungan mereka kini ‘naik level’ nikah siri. Cinta mereka juga diduga merembet ke penyaluran BPNT di Gresik.

Posisi mereka berdua yang “menguntungkan” dan “memungkinkan” menjalankan praktek ‘simbiosis mutualisme’ bisnis penyaluran BPNT bisa jadi awal dugaan ‘buah cinta’ SLY dan LS.

Sementara SLY ketika hendak dikonfirmasi dikantornya terkait persoalan ini memilih lari meninggalkan wartawan. Dengan tergesa-gesa keluar dari ruangannya di lantai 2 gedung Dinsos Gresik.

” Tidak ada hubungan mas dengan LS. Saya mau rapat,”kata SLY singkat sambil menuruni anak tangga tergesa-gesa kemudian menuju mobil pribadinya.

Pengusaha LS “Kuasai” Distribusi Beras ke Sejumlah Agen

-Informasi yang berhasil dihimpun selain menjadi agen e-warung BPNT pengusaha LS juga menjadi suplier “besar” komoditi beras ke sejumlah agen e-Warong di wilayah Kecamatan Benjeng, Cerme, Menganti hingga Kedamean.
Pengaruh SLY yang begitu besar dalam program BPNT ‘memberi jalan’ bagi LS untuk menjalankan bisnis penyaluran BPNT. Tak sedikit suplier lainya jika ingin mensuplai komiditi BPNT ke agen e-Warong terpaksa ‘gigit jari’ jika tidak melalui LS. Terutama komoditi beras.

Padahal LS kabarnya baru mempunyai tempat usaha penggilingan padi tahun 2020. Dengan nama usaha dagang (UD) SM (inisial). Sebelumnya LS diduga sebagai ‘makelar’ suplier beras ke sejumlah agen e-Warong BPNT di Gresik. Akibat “ulah makelar” diduga sebagai pemicu margin keuntungan pendistribusian beras.

Informasi yang berhasil dihimpun untuk memenuhi suplai beras ke agen e-Warong dibawah naunggannya LS bekerjasama dengan sejumlah rekanan pengusaha penggilingan padi. Modusnya dia pesan beras ke sejumlah tempat penggilingan padi itu, kemudian diberikan merek dagang sesuai prodak dari usaha dagangnya.

Menanggapi ini LS menampik jika dirinya mengusai penyaluran beras BPNT di Gresik. ” Tidak benar mas. Penyaluran kita hanya ke beberapa agen e-warong. Termasuk di Cerme, Benjeng dan Menganti. Sebagian besar kita pasarkan ke daerah Madura,” kilah LS.

Sementara disinggung mengenai agen e-Warong miliknya yang beralamat di Manyar namun menyalurkan beras BPNT di para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Benjeng. LS menyatakan tidak ada masalah.

” Tidak ada regulasi yang pasti menyatakan itu tidak boleh. Yang diatur hanya jumlah KPM per agen,” ujarnya.

Mengenai kediaman LS yang diduga tidak memenuhi syarat sebagai agen e-warung. LS berkilah sudah menyewa toko ditetangga desa.

” Setiap penyaluran bantuan BPNT ke KPM di toko saya. Bukan di rumah ini. Jadi tidak ada masalah,” pungkasnya. ***(awe)