Ketua DPD LaNyalla Mattalitti Santri Mudik dengan Prokes Ketat

18
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Nyalla Mahmud Mattalitti berpose untuk pemotretan usai wawancara khusus untuk Kantor Berita Antara di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/10/2019). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama. *** Local Caption ***

 

Surabaya, (HARJATIM)- Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung usulan santri mudik lebih awal, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

“Usulan tersebut perlu disikapi dengan bijaksana dan dipertimbangkan dengan matang,” ujar LaNyalla Mattalitti di Surabaya, Minggu malam.25/4

Senator asal Jawa Timur itu menyadari Lebaran merupakan waktu bagi santri untuk pulang ke rumah setelah proses belajar di pondok pesantren, terlebih banyak para santri yang tempat tinggalnya lintas wilayah.

“Para santri ini memang merupakan komunitas khusus. Mereka belajar di pondok dalam waktu lama sehingga jarang pulang. Saya kira dispensasi tersebut dimungkinkan namun tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19,” ucapnya.

Namun, LaNyalla berharap ada pihak yang bertanggung jawab dalam kepulangan santri tersebut, sejak keluar pondok hingga sampai rumah.

“Pihak pondok pesantren sebaiknya mengawal langsung dalam hal pemulangan para santri ke tempatnya masing-masing. Para santri ini harus diawasi dan diatur sedemikian rupa agar aman, lancar dan tetap taat protokol kesehatan,” katanya.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur tersebut, menambahkan dalam dispensasi itu harus ada izin dari pihak pesantren, juga surat keterangan bebas COVID-19.

”Saya kira yang utama adalah izin yang bisa dipertanggungjawabkan pihak pesantren agar tidak terjadi pemalsuan surat jalan. Lalu surat keterangan PCR, tes usap atau antigen dari dokter. Ini guna mencegah terjadinya penyebaran virus corona,” kata dia.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu, juga berharap para santri difasilitasi pulang oleh pondok pesantren dengan memakai kendaraan khusus atau sewa bus sampai tujuan.

“Kami berharap pemda yang di wilayahnya banyak terdapat pesantren untuk membantu terkait hal ini. Kemudian mengoordinasikannya dengan petugas terkait, seperti Ditlantas Polri dan Dishub sebagai aparat di lapangan,” tuturnya.(wan/an)