Resmikan Masjid Al Alim Ngaglik, Wali Kota Sampaikan Komitmen Pembangunan Keumatan

70

Mojokerto (harjatim) – Pemerintah Kota Mojokerto berkomitmen dalam pembangunan keumatan. Komitmen tersebut salah satunya dilakukan dengan membangun tempat-tempat ibadah.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat meresmikan masjid Al Alim di lingkungan Ngaglik, Rabu (28/4/2021). Hadir juga dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Kabag Kesra Choirul Anwar, dan tokoh masyarakat yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Hidayat.

“Sebagai bentuk komitmen kami dalam pembangunan keumatan bahwa tempat-tempat ibadah seperti ini salah satunya masjid Al Alim itu juga menjadi bagian sarana prasarana yang akan membantu pemerintah dalam rangka pembangunan sumber daya manusia di bidang keagamaan,” ujar wali kota.

Bentuk konsistensi dan komitmen Pemkot Mojokerto, pada awal tahun 2019 Pemkot Mojokerto telah menggelontorkan anggaran yang cukup besar untuk perbaikan masjid agung Al Fattah yang menjadi kebanggaan masyarakat kota Mojokerto dan sekitarnya.

“Masjid Al Fattah sekarang bisa menjadi tempat yang nyaman, tidak hanya untuk beribadah tentunya tapi bagi para musafir untuk sekedar beristirahat ketika sedang jalan-jalan di pusat kota Mojokerto,” katanya.

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini juga mengungkapkan jika di tahun 2020 Pemkot Mojokerto juga memberikan hibah kepada puluhan masjid, musholla dan langgaryang ada di kota Mojokerto. Dilanjutkan sampai tahun ketiga ini tahun 2021 ada 26 masjid mushola dan langgar yang diberikan hibah.

“Itu adalah bentuk komitmen kami dalam pembangunan keumatan khususnya pemberian fasilitas atau sarana prasarana yang selanjutnya tentu tidak adanya sarana prasarana atau infrastrukturnya saja tapi bagaimana sumber daya manusianya,” imbuhnya.

Juga diungkapkan jika pada tahun 2020 Pemkot Mojokerto memberikan BP Jamsostek kepada 900 lebih ketua RW dan RT se kota Mojokerto. Pada tahun 2021 Pemkot Mojokerto juga memberikan BP Jamsostek kepada 1.876 tenaga keagamaan.

“Masyarakat yang sudah bersinergi dengan kami dalam pembangunan keumatan ini juga perlu mendapatkan jaminan. Pads tahun lalu ada 9 orang ketua RW dan ketua RT yang tidak berumur panjang dan saya menyerahkan sendiri Jamsostek tersebut minimal 42 juta bagi ahli warisnya,” ungkapnya.

Jaminan sosial bagi para tenaga keagamaan ini, guru guru TPQ, takmir, muadzin, pemandi jenazah, dan guru sekolah minggu Gereja adalah bentuk komitmen pemerintah daerah kepada masyarakat yang sudah bersinergi dalam rangka pembangunan keumatan di kota Mojokerto iini.

Sementara itu, Tokoh masyarakat yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Hidayat mengatakan, masjid Al Alim yang sudah diresmikan wali kota sebagai bentuk keinginan masyarakat lingkungan Ngaglik dan sekitarnya untuk menjadikan masjid Al Alim ini menjadi pusat ibadah dan ritual, pusat kegiatan sosial, dan pusat pendidikan terutama pendidikan dasar di lingkungan Ngaglik.

“Hari ini kita sudah punya masjid, sudah merintis PAUD dan TK. Harapan kita ada support dari pemerintah kota, dalam hal ini wali kota, yang kemudian ada partisipasi warga sehingga menjadi simbol kebangkitan keagamaan di kota Mojokerto, khususnya di Ngaglik,” katanya.yus