P3D Munggugebang, Tahapan Sesuai Aturan

314

Gresik (Harjatim) – Isu tak ‘sedap’ yang bergulir terkait pelaksanaan rekrutmen perangkat desa jabatan Kasi Pemerintahan di Desa Munggugebang Kecamatan Benjeng ditampik ketua tim penjaringan penyaringan perangkat desa (P3D) setempat, Aji Setiawan.

Menurutnya pihaknya sudah melakukan berbagai tahapan sesuai amanat Peraturan Bupati (Perbup) Gresik Nomor 19 Tahun 2017 tentang tata cara penjaringan, penyaringan, pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

” Berbagai tahapan sudah kita lalui sesuai aturan yang berlaku. Yakni Perbup nomor 19 tahun 2017. Pokoknya kita pastikan sesuai aturan,” tandas Aji.

Tahapan itu lanjut Aji mulai tahap penjaringan bakal calon perangkat desa dibuka mulai tanggal 13 April – 26 April tahun 2021. Hal ini tertuang di sejumlah selebaran pengumuman yang ditempel di berbagai tempat strategis yang mudah dijangkau dan biasa dijadikan tempat berinteraksi warga.

” Pada tanggal 25 April menjelang penutupan masih terdapat satu bakal calon perangkat desa. Yakni Suparno, akhirnya untuk memenuhi kouta pelaksanaan rekrutmen perangkat desa, istrinya (Suparno red) mendaftarkan diri. Pada kesempatan yang sama Wildan ikut mendaftarkan diri,” lanjutnya.

Pihaknya akhirnya menyeleksi berkas semua bakal calon perangkat desa. Pada tahapan ini terdapat berkas peserta yang masih kurang lengkap.

” Tahapan ini akhirnya kita undur lagi. Kita minta peserta yang kurang lengkap untuk melengkapi. Waktu itu yang kurang lengkap berkasnya Wildan. Akhirnya yang bersangkutan bisa melengkapi,” urai Aji.

Setelah dilengkapi kita menetapkan bakal calon perangkat desa menjadi calon perangkat desa pada 30 April tahun 2021. Pada tahap penetapan calon perangkat desa. Panitia sekaligus memberikan undangan ujian sekaligus tata tertib ujian kepada para peserta.

” Pada tahap penetapan calon perangkat desa ini juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan pihak Muspika Kecamatan Benjeng,” ujarnya.

Pada kesempatan ini pihaknya sekaligus menyerahkan berkas yang akan dijadikan bahan ujian tulis yang akan diselengarakan pada tanggal 1 Mei 2021 kepada pihak keamanan. Sejumlah berkas itu kemudian disegel untuk diamankan hingga pelaksanaan ujian akan dimulai.

” Persoalan isu kebocoran ujian tidak mungkin. Lembar soal kita buat dadakan lalu diamankan pihak keamanan hingga waktu pelaksanaan ujian tulis,” tandasnya.

Peserta Ambil Sendiri Lembar Materi Ujian

– Pada tahapan ujian tulis bagi calon perangkat desa. Sebelum ujian dimulai para peserta diberikan kebebasan mengambil materi ujian yang disediakan panitia.

” Materi ujian berupa lembar soal dan lembar jawaban, peserta yang mengambil sendiri. Tidak kita bagi satu persatu. Peserta kita berikan kebebasan, begitu juga jika nanti dalam berjalannya ujian terdapat materi soal maupun jawaban yang dirasa membingungkan. Kita berikan mereka hak untuk bertanya. Hal ini sebagai bentuk keadilan dan transparansi kita,” jelas Aji.

Masih menurutnya materi soal yang berjumlah 100 soal pilihan ganda itu memenuhi proporsi yang disyaratkan dalam Perbup. Antara lain pengetahuan umum, bahasa Indonesia, berhitung serta logika.

” Materi ujian kita bikin sendiri, selain pertimbangan kebutuhan mendesak untuk memaksimalkan kinerja pemerintahan desa juga karena minimnya anggaran pelaksanaan yang ada,” tandas Aji.

Setelah proses ujian tulis selesai. Pihaknya mengaku langsung melakukan koreksi hasil ujian yang telah dilakukan peserta.

” Jadwal koreksi sebelumnya ditetapkan pukul 13.00 WIB. Tapi kita koreksi pukul 11.00 WIB ini kan malah bagus. Jika koreksi diundur kuatir timbul prasangka buruk dari para peserta. Perubahan jadwal juga kita tuangkan dalam berita acara,” ujarnya.

Proses koreksi dilakukan dihadapan para peserta ujian beserta saksinya masing-masing.
” Hasil ujian langsung kita koreksi dihadapan para peserta ujian. Begitu juga hasilnya langsung kita umumkan saat itu juga,” jelasnya.

Miskomunikasi dengan Media Massa

– Isu pelarangan liputan media massa yang berhembus dibantah pihaknya. Apalagi jika soal penutupan pintu gerbang balai desa dikaitkan dengan penggiringan opini tidak terbukanya Tim P3D dalam pelaksanaan rekrutmen perangkat desa.

Menurutnya sebelum pelaksanaan sudah ada kesepakatan panitia dengan peserta jika nanti sudah memasuki waktu pelaksanaan ujian yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB pintu gerbang balai desa bakal ditutup.

” Supaya peserta ujian bisa tenang dan berkonsentrasi mengerjakan materi ujian. Begitu juga para pengantar peserta kita berikan jarak diluar ring pendopo balai desa,” kata Aji.

Lagipula lanjut Aji pelaksanaan ujian tulis dilakukan di pendopo balai desa. Tempat terbuka dengan pengawasan ketat dan disaksikan sejumlah tokoh masyarakat, BPD, perangkat desa hingga jajaran Muspika Kecamatan Benjeng.

” Usai pengumuman hasil ujian. Kita langsung menemui dan melayani sejumlah pertanyaan para wartawan terkait pelaksanaan rekrutmen perangkat desa,” tandasnya.

” Bahkan sebelum ujian tulis dimulai sudah ada wartawan yang masuk area balai desa kita tidak melarang. Penutupan pintu gerbang terhitung dua jam. Waktu proses ujian tulis. Jadi kalau dengan persoalan penutupan pintu gerbang balai desa, kita mendadak dianggap tidak transparan dalam proses pelaksanaan rekrutmen perangkat desa sepertinya kurang tepat,” tambahnya.

Tak hanya itu Ia juga menampik jika dikatakan menghalang-halangi kinerja wartawan.

” Hasil ujian sudah kita sampaikan kepada mereka apa adanya, apa yang ditanya sudah kita jawab semua. Jika ingin dokumentasi foto kegiatan kita juga akan memberikan,” pungkas pria yang juga berprofesi sebagai tenaga pendidik di ITS Surabaya ini.

Sementara Kades Munggugebang, Warianto menyerahkan sepenuhnya rekrutmen perangkat desa kepada Tim P3D. ” Kita diluar ring rekrutmen perangkat desa. Prosesnya kewenangan panitia. Mulai penjaringan, penyaringan hingga pelaksanaan ujian,” ujarnya.

Ia menyatakan telah menerima hasil pelaksanaan rekrutmen perangkat desa dari tim P3D.

” Sekarang prosesnya masih kita ajukan ke kecamatan untuk proses rekomendasi,” jelasnya.

Disinggung mengenai persoalan ijazah yang lagi santer berhembus. Pihaknya menyerahkan ke Tim P3D. Mulai seleksi keabsahan hingga legalitas ijazah.

” Persoalan ijazah kewenangan tim P3D. Namun selama ini sepertinya ijazah para peserta calon perangkat desa tidak ada masalah. Semua memenuhi legalitas,” katanya.

Ia menambahkan persoalan strata pendidikan sebaikanya jangan terlalu dijadikan tolak ukur kecerdasan dan keberhasilan seseorang.

” Saya rasa kalau isu itu digulirkan terus tidak menghasilkan sesuatu yang positif. Kecuali jika ijazah yang mereka miliki (peserta ujian red) diduga ada yang bermasalah. Dalam artian tidak memenuhi persyartan,” tandasnya.

Kondisi di Desa Munggugebang lanjut Warianto saat ini berjalan kondusif. Pihaknya juga mengapresiasi kinerja tim P3D dan semua para calon perangkat desa.

” Terlihat saat ini semua calon perangkat desa menerima hasil pelaksanaan secara legowo. Sehingga tidak ada gejolak di lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

Diketahui pada pelaksanaan rekrutmen perangkat desa dengan jabatan Kasi Pemerintahan di Desa Munggugebang diikuti 3 peserta. Antara lain Suparno memperoleh nilai 100, Wildan Erhu Nugraha memperoleh nilai 68 serta Sri Danarti memperoleh nilai ujian 99. (awe)