Maksimalkan Layanan Air Bersih, Pemdes Munggugebang Garap Lagi Menara Air

Lokasi Melalui Musyawarah, Lapangan Voli Tetap Berfungsi

406

Gresik (Harjatim) – Upaya pemenuhan layanan kebutuhan air bersih bagi warga terus digalakan Pemdes Munggugebang Kecamatan Benjeng. Terbukti usai membangun menara air berkonstruksi baja dan beton tahun 2020 lalu di Dusun Munggugebang dan Munggusoyi.

Kali ini untuk memaksimalkan layanan kebutuhan utama bagi warganya. Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) mulai digarap di Dusun Munggugebang.

Dua menara air berkonstruksi baja dan beton dipilih lokasi yang berdekatan dengan telaga desa. Masalahnya menara air ini memanfaatkan sumber air dari telaga setempat. Air dari telaga disedot ke menara air, kemudian didroping melalui jaringan pipa hingga ke rumah warga melalui sambungan rumah (SR).

” Tinggal putar kran air, warga sudah terlayani kebutuhan air bersih,” ujar Wahyudi Satuan Pelaksana (Satlak) kegiatan Pamsimas.

Masih menurutnya kebutuhan air bersih masih menjadi persoalan utama bagi warga terutama memasuki musim kemarau. Selama ini kebutuhan air bersih hanya mengandalkan dari telaga desa.

” Sumber air tanah tidak ada. Jika ada sumber air tanah itupun rasanya asin. Terbangunnya menara air untuk mempermudah warga mendapatkan akses layanan air bersih,” sambung Wahyudi.

Terbangunnya menara air diharapkan dapat mempermudah warga dan menekan biaya dalam mendapatkan kebutuhan air. Menekan biaya kebutuhan mandi, cuci, kakus, masak dan minum

” Biasanya harga per jerigen air berisi 20 liter mencapai seribu rupiah. Satu gerobak biasanya berisi 10 jerigen. Kebutuhan satu hari minimal rata-rata 1 gerobak air,” jelasnya.

Selain menara air, program Pamsimas nanti disertai jaringan pipa. Meski jaringan pipa itu belum bisa mengcover semua kebutuhan. Namun untuk menuntaskan jaringan bakal ditunjang melalui APBDes.

” Dilakukan bertahap sesuai anggaran yang ada. Mudah-mudahan tahun ini bisa tuntas. Warga bisa merasakan manfaat kegiatan ini,” pungkasnya.

Lokasi Melalui Musyawarah, Lapangan Voli Tetap Berfungsi

– Menyinggung tempat dibangunnya menara air di dekat telaga, untuk mempermudah pengoprasionalnya menara air. Nanti menara air Pamsimas bakal dilengkapi water treatment (filterisasi air) sebelum air didistribusikan ke warga.
Teknisnya, air dari telaga disedot ke menara air lama (profil tank) kemudian didistribusikan ke water treatment kemudian setelah air difilterisasi disedot ke menara air program Pamsimas. Selanjutnya didistribusikan ke warga.

” Jika menara air jauh dari telaga desa. Kuatirnya mesin penyedot air terkendala. Distribusi air terhambat,” jalas Sokip selaku Kordinator Keswadayaan Masyarakat (KKM) Tirta Sari Gebang.

Soal penentuan lokasi sebelumnya kepengurusan karangtaruna lama sudah ada musyawarah dengan BPD, RT, RW, Pemdes dan perwakilan masyarakat.

” Hasilnya memang disepakati bersebelahan dengan lapangan voli. Masalahnya jika ditempatkan ditanggul telaga tidak mampu menompang konstruksi beton. Tanahnya labil. Kuatir sleding,” jelas Sokip.

Pengurus Pamsimas juga melakukan rapat klarifikasi lanjutan terkait isu yang berkembang tentang penolakan pembangunan menara air oleh karang taruna.

” Isu itu tidak benar. Masyarakat Dusun Munggugebang dan karang taruna sangat mendukung program layanan air bersih yang saat ini masih proses pengerjaan. Dalam musyawarah itu sendiri dibubukan tanda tangan surat pernyataan,” lanjutnya.

Pembangunan menara air juga tidak menganggu lapangan voli. Luas bangunan menara air 3 meter x 4 meter sementara luas lapangan 25 meter x 20 meter.

” Lapangan voli masih berfungsi. Tidak ada kendala. Sepihak asumsi pribadi. Belum ada klarifikasi ke kita sebelumnya. Jadi saya berharap jangan dikonsumsi mentah-mentah,” tandasnya.

Selama ini Karang Taruna lanjut Sokip tidak pernah swadaya untuk pembangunan lapangan voli. Pembangunanya ditunjang dari APBDes. Lahan lapangan voli merupakan bengkok kades yang diperuntukan untuk kepentingan umum. Yang sebelumnya sudah melalui musyawarah.

” Pernah ada bantuan itupun dari pihak ke tiga. Bukan dari swadaya karang taruna,” jelasnya.

Menara air lama yang sudah terbangun untuk menunjang distribusi air. Jika ada kendala maupun pembersihan treatmen menara pamsimas.

” Nanti menara air yang ada bakal disambungkan jadi satu. Menara air saling mendukung jika dalam pengoperasian terdapat trobel maupun pembersihan dari salah satu menara air. Warga masih bisa menggunakan layanan distribusi air,” jelasnya.

Adanya program Pamsimas mendapat antusias dan respon warga yang positif. Dari pendataan kita saat lakukan dari total kebutuhan 227 SR saat ini sudah ada calon pendaftar SR sekitar 200.

” Respon warga sangat baik. Masalahnya distribusi air menjadi persoalan utama disini (Munggugebang red). Terutama jika memasuki musim kemarau,” pungkasnya. (awe)