Rumah Rehabilitasi Napza Supri Soli Diresmikan

Solusi Pecandu Napza dan Serukan "Anti Narkoba"

114

Gresik (Harjatim)- Kabupaten Gresik kini memiliki rumah rehabilitasi korban penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif (Napza) dengan peresmian Rumah Rehabilitasi Napza Supri Soli, Jum’at (11/6/21).

Selain sebagai penanggulangan dan solusi bagi pecandu Napza, yayasan sosial ini juga menyeruhkan Anti Narkoba. Terutama para generasi muda.

“Kehadiran rumah rehabilitasi menjadi jawaban keresahan masyarakat atas semakin maraknya kasus penyalahgunaan napza di Gresik,” kata pendiri rumah rehabilitasi Napza, Supri Soli.

Menurutnya rumah rehabilitasi ini merupakan lembaga rehabilitasi sosial yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi sosial para korban penyalahgunaan napza dan zat adiktif dengan sinergi berbagai pihak.

“Cita-cita besar dan menjadi mimpi kami bahwa ke depan Kabupaten Gresik sebagai kota bebas napza, sehingga perlu dukungan semua pihak,” katanya.

Penanggulangan Napza lanjut Supri bukan hanya tanggungan pemerintah melainkan seluruh lapisan masyarakat.

“Mereka yang kategori pengguna narkoba merupakan korban, sedangkan mereka yang menjadi pengedar narkoba akan diproses hukum. Jadi yang akan direhabilitasi mereka sebagai pengguna narkoba,” katanya.

Ia mengatakan yayasan ini ingin membantu korban napza untuk mendapatkan rehabilitasi yang layak dan advokasi sosial, sehingga yayasan itu akan berfokus pada kegiatan rehabilitasi sosial para pecandu narkoba dan kegiatan sosial kemanusiaan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat.

” Harapan saya kita semua wajib dan harus menolong para pecandu narkoba. Kalau sampai ada orang di sekitar kita yang mengalami kecanduan narkoba, kita bisa melakukan rehabilitasi agar kondisinya bisa cepat dipulihkan,” pungkasnya.

Sementara Direktur Rumah Rehabilitasi Supri Soli, RH Hariono mengungkapkan masyarakat Gresik harus gotong royong supaya Gresik tidak menjadi sarang pengedar dan pengguna narkoba .Generasi muda perlu kita selamatkan.

” Rehabilitasi narkoba adalah cara untuk memulihkan pengguna agar terbebas dari narkoba. Memang proses rehabilitasi ini memerlukan waktu yang tidak sebentar. Terlebih jika pasien tersebut telah kecanduan narkoba dalam waktu lama,” terang RH Hariono .

Dia melanjutkan jika sudah sampai pada tahap kecanduan narkoba, bisa dikenali gejalanya pada pengguna seperti selalu ingin mengkonsumsi Narkoba setiap hari dan gelisah. Keinginan untuk terus menambah dosis pemakaian.

” Karena itu, sudah seharusnya kita semua mencegah ini agar tidak sampai terjadi pada keluarga maupun pada lingkungan kita,” tutupnya.

Peresmian Rumah Rehabilitasi Narkoba Supri Soli bertempat di Perum Kota Damai Jl. Angkasana 1 Nomor 10 RT/ 01 RW 12 Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik Dihadiri RM.Hariono, Supri Soli SH, tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RT dan RW. (awe)