Muhammadiyah: Jangan lihat data kematian COVID-19 hanya sebatas angka

22


Jakarta (ANTARA) – Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta agar masyarakat jangan melihat data kematian akibat COVID-19 hanya sebatas angka statistik semata, lebih jauh dari itu melibatkan nyawa dan mereka yang ditinggalkan.

“Saya sedih ketika masih ada orang yang melihat kematian itu hanya sebagai angka-angka statistik semata. Kita sering bertanya, jiwa kemanusiaan di mana ketika mendengar kematian sebanyak ini hanya dilihat sebagai angka statistik?,” kata Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman dalam siniar yang dipantau dari Jakarta, Jumat.9/7

Agus mengatakan saat ini kasus terkonfirmasi positif dan kematian terus mengalami kenaikan per harinya. Pada Rabu (7/7) angka kematian menyentuh angka tertinggi sebanyak 1.040 jiwa dan akumulasi sejak Maret mencapai 64.631 jiwa (Jumat 9/7).

Begitu pula dengan angka terkonfirmasi positif yang dalam dua hari terakhir menyentuh angka 38 ribu lebih. Ia menduga angka tersebut masih bertambah karena masih banyak masyarakat yang enggan melakukan swab atau tes PCR.

Kondisi itu juga diperparah