Pembangunan Drainase Air Pemerintah Kota Blitar di Desa Tunjung Bentuk Pemberdayaan Lingkungan Masyarakat

81

Blitar, (harjatim) Musim hujan menjadi salah satu pertimbangan pembangunan drainase, tujuannya untuk mengalirkan air dari curah hujan yang sebelumnya menggenangi halaman rumah warga dan yang membuat aspal jalan mengalami kerusakan dalam waktu singkat.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Blitar memberikan fasilitas untuk pemberdayaan lingkungan dengan membangun drainase di Desa Tunjung Kecamatan Udanawu menjelang musim hujan, yang mana pembangunan dimulai pada Kamis, 1 Juli 2021.

Pembuatan drainase ini merupakan permintaan dari masyarakat desa dan disampaikan
hingga pada Pemerintah Kabupaten. Permintaan tersebut mendapat respon positif sehingga
Pemerintah Kabupaten Blitar menyukseskan program pemberdayaan lingkungan dengan
merealisasikan pembuatan drainase atau yang biasa kita sebut parit, di Desa Tunjung.
Bakal saluran air ini digali tepat di pinggir jalan raya kabupaten, di depan rumah warga
dengan jarak ± 270 meter.

Pembangunan drainase ini diperkirakan akan berjalan selama kurang lebih satu bulan
terhitung mulai hari Kamis, 1 Juli 2021. Dari penggalian tanah sepanjang ± 270 meter dengan
melihat tinggi rendahnya tanah yang digali.

Dilanjutkan menata secara manual batu gebal sebagai bahan membuat parit. Lalu menggunakan teknik cor – coran cetak, dan dikahiri pemasangan akar besi sebagai bahan yang bisa menahan parit agar tidak mudah rusak.

Proses pembuatan drainase juga bergantung pada cuaca saat ini, karena jika terjadi hujan maka paritmembutuhkan tambahan waktu untuk mengering dan benar – benar jadi.

Meskipun sebagian besar kegiatan ini dilakukan di halaman rumah masyarakat desa, masyarakat tidak keberatan mengenai alat berat seperti traktor yang beroperasi bahkan memakan tempat.

Justru masyarakat ikut antusias dan berpartisipasi dalam membantu program tersebut agar
berjalan lancar karena mereka menyadari bahwa pembangunan ini juga untuk mereka. Bentuk antusias bisa dilihat dari kesigapan warga memberikan ruang untuk proses pembuatan secara leluasa dan berjalan lancar, menyediakan konsumsi bagi para pekerja sehingga, respondan hubungan yang baik terjalin dan menemukan dampak yang positif.

Dengan adanya hubungan timbal balik yang baik dari pihak pemerintah, pekerja dan
masyarakat, maka pembangunan pemberdayaan lingkungan diharapkan juga akan
menghasilkan sesuatu yang baik juga

Artikel ditulis oleh Alya Sahdina – Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura