Johan Budi minta BNPT Buat Film Edukasi Bahaya Terorisme

33


Jakarta, (harjatim)- Anggota DPR RI Johan Budi mengusulkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk membuat film edukasi terkait bahaya terorisme.

“Film dalam bentuk sinetron atau mini series, dengan tema mengajarkan atau meberikan informasi bagaimana bahaya terorisme kepada bangsa dan negara,” kata Johan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama kepala BNPT di gedung Senanyan, Jakarta, Rabu.15/9

Johan menegaskan terkait biaya pembuatan film, BNPT dapat menjalin kerjasama dengan kementerian terkait. Selain itu, Johan juga meminta BNPT untuk memaksimalkan saluran media sosial termasuk konten-konten edukatif di youtube.”Tentu konten-konten yang dibuat sejalan dengan kaum milenial saat ini,” ujar Johan.

Menanggapi hal itu, kepala BNPT Boy Rafli Amar berjanji akan menindaklanjuti usulan tersebut serta menyiapkan tema-tema yang berkaitan dengan pendidikan.”Melalui film, dapat menghasilkan figur yang dapat diteladani oleh anak muda,” harap Boy.

Dengan Film kata Boy, dapat menghindarkan anak muda untuk tidak disorientasi atau memilh figur dari luar indoneisa yang tidak sejalan dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.

“Kami akan menghidupkan semua platfom media sosial, karena hari ini perang inofrmasi melalui dunia maya,” kata Boy menegaskan.

Boy mengakui jika saat ini jaringan teroris terus melakukan propaganda, sehingga jangan sampai propaganda jaringan teroris itu dianggap benar. Dengan memanfaatkan media sosial, BNPT mengajak semua warganet untuk melawan propaganda tersebut.

BNPT juga melakukan propaganda terbuka untuk kontra narasi dengan memberdayakan BNPT TV berbasis internet TV. Saluran itu menayangkan berbagai video, podcast dan pesan-pesan kebangsaan seperti semangat untuk menjaga persatuan, kebhinekaan, toleransi dan cinta tanah air.

“Kita mengundang tokoh-tokoh muda berprestasi untuk dapat menjadi figur muda teladan di masyarakat. Kami mencoba mengundang para tokoh muda berprestasi yang mereka favoritkan dan juga berasal dari masyarakat Indonesia,” kata Boy.(wan/ara)